Emas Antam Turun Lagi, Sudah Saatnya Borong Nih?

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
03 December 2021 08:44
Emas (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia kembali merosot pada perdagangan Kamis kemarin yang membuat harga emas Antam turun pada hari ini, Jumat (3/12). Harga logam mulia sedang tertekan akibat kemungkinan bank sentral Amerika Serikat (AS) akan mempercepat normalisasi kebijakan moneternya. Tetapi ada yang memprediksi di semester I-2022 emas akan kembali melesat.

Emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. ini turun Rp 3.000/gram. Emas dengan berat 1 gram dijual Rp 926.000/batang, secara persentase turun 0,32%.

PT Antam menjual emas mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga jual tersebut belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.


Berikut daftar lengkap harga emas batangan di Butik LM Graha Dipta Pulo Gadung, berdasarkan situs logammulia.com

BeratHarga DasarHarga NPWP (+Pajak 0.45%)Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr513,000515,000517,000
1 gr926,000930,000934,000
2 gr1,792,0001,800,0001,808,000
3 gr2,663,0002,674,0002,686,000
5 gr4,405,0004,424,0004,444,000
10 gr8,755,0008,794,0008,833,000
25 gr21,762,00021,859,00021,957,000
50 gr43,445,00043,640,00043,836,000
100 gr86,812,00087,202,00087,593,000
250 gr216,765,000217,740,000218,715,000
500 gr433,320,000435,269,000437,219,000
1000 gr866,600,000870,499,000874,399,000

Harga emas dunia pada perdagangan Kamis kemarin berakhir di US$ 1.768,63/troy ons, merosot 0,8% di pasar spot melansir data Refinitiv.

Merosotnya emas tidak lepas dari kemungkinan bank sentral AS (The Fed) akan mempercepat normalisasi kebijakan moneternya.

The Fed resmi mengumumkan akan melakukan tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) sebesar US$ 15 miliar setiap bulannya mulai November lalu. Dengan nilai QE sebesar US$ 120 miliar, butuh waktu 8 bulan untuk menyelesaikannya. Artinya, tapering akan berakhir pada bulan Juni tahun depan.

Namun dalam beberapa pekan terakhir banyak pejabat elit The Fed yang mendorong tapering dilakukan lebih cepat guna meredam tingginya inflasi. Dan, ketua The Fed Jerome Powell di pekan ini mengatakan bisa mempercepat laju tapering.

"Saat ini perekonomian sangat kuat dan inflasi juga sangat tinggi, oleh karena itu menurut pandangan saya akan tepat jika mempertimbangkan menyelesaikan tapering lebih cepat, mungkin beberapa bulan lebih awal," kata Powell di hadapan Senat AS, sebagaimana diwartakan CNBC International, Selasa (30/11).

Ketika tapering dipercepat, suku bunga juga kemungkinan akan naik lebih awal. Hal tersebut memberikan pukulan telak bagi emas.

Namun, analis dari TD Securities, Bart Melek, mengatakan semester I-2022 merupakan kondisi yang bagus bagi emas dunia untuk kembali menanjak.

"Pergerakan emas akan positif di semester pertama tahun depan," kata Melek sebagaimana diwartakan Kitco, Kamis (2/12).

Melek menargetkan harga emas mencapai US$ 1.900/troy ons, sebab pasar akan berfokus pada pertumbuhan ekonomi, inflasi, serta risiko geopolitik.

Jika dilihat dari level saat ini, artinya emas dunia diprediksi akan naik sekitar 7,5% di semester I-2022, dan tentunya bisa mengerek harga emas Antam.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading