Harga Emas Antam Hari Ini Ogah Gerak, Terendah 5 Bulan!

Investment - adf, CNBC Indonesia
18 September 2021 11:22
Ilustrasi Emas Antam. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk stagnan pada hari ini, Sabtu (18/9/2021), tetapi turun lebih dari 1% dalam sepekan.

Menurut Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, harga emas batangan dengan berat 1 gram stagnan di harga Rp 918.000/batang. Adapun dalam sepekan harga emas Antam turun Rp 16.000/gram atau 1,71%. Harga tersebut merupakan yang paling murah sejak 1 April lalu.

PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Tetapi harga jualnya belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.


Harga Emas Antam Hari Ini (18/9)

Berat

Harga Dasar

Harga NPWP (+Pajak 0.45%)

Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)

0.5 gr

509,000

511,000

513,000

1 gr

918,000

922,000

926,000

2 gr

1,776,000

1,783,000

1,791,000

3 gr

2,639,000

2,650,000

2,662,000

5 gr

4,365,000

4,384,000

4,404,000

10 gr

8,675,000

8,714,000

8,753,000

25 gr

21,562,000

21,659,000

21,756,000

50 gr

43,045,000

43,238,000

43,432,000

Sumber: logammulia.com

Sementara, menurut data Refinitiv, dalam seminggu harga emas dunia di pasar spot turun 1,86% ke posisi US$ 1.754,16/troy ons.

Jebloknya emas dunia tersebut menjadi pemicu ambrolnya emas Antam, bahkan ada yang memprediksi bisa berlanjut hingga pekan depan.

Melempemnya harga emas dunia akibat isu tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed).

Isu tersebut sudah berkembang beberapa bulan terakhir, membuat yield obligasi (Treasury) dan dolar AS naik di awal Agustus lalu. Dua aset tersebut membuat emas menjadi kurang menarik, alhasil terjadi capital outflow di pasar emas.

Penguatan tajam dolar AS dan kenaikan yield obligasi (Treasury) terjadi pasca rilis data penjualan ritel membuat emas terpukul.

Pada Agustus 2021, penjualan ritel di Negeri Adidaya tumbuh 0,7% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Jauh membaik ketimbang Juli 2021 yang minus 1,8% mtm. Juga jauh lebih baik dari konsensus pasar yang dihimpun Reuters dengan perkiraan minus 0,8%.

"Konsumsi di AS tidak berkurang sebanyak yang diperkirakan. Ekonomi masih bergeliat," ujar Chris Low, Kepala Ekonom FHN Financials yang berbasis di New York, seperti dikutip dari Reuters.

Rebound penjualan ritel tersebut membuat pengumuman kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed) pekan depan kembali menarik, isu tapering dalam waktu dekat yang sebelumnya sempat meredup kini kembali muncul.

"Emas mendapat pukulan yang besar. Dengan penguatan dolar AS dan kenaikan yield Treasury, investor yang memiliki posisi beli mulai keluar dari pasar," kata Bob Haberkorn, kepala strategi pasar di RJO Futures, sebagaimana dilansir CNBC International, Kamis (16/9).

Haberkorn juga melihat emas masih akan dalam tren turun hingga rapat kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed) pekan depan. Hal itu bisa berubah seandaianya ada situasi geopolitik yang mendukung, atau pun ada kejutan dari pernyataan pejabat elit The Fed.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading