InvesTime

Simak! Sederet Poin Penting Kalau Mau Baca Lapkeu Emiten

Investment - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
18 August 2021 12:17
Kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Laporan keuangan (lapkeu) merupakan parameter utama yang digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan, khususnya perusahaan terbuka (emiten) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Namun seringkali calon investor, terutama yang pemula, terlanjur malas membaca lapkeu karena ada banyak hal yang harus dipahami.

Michael Yeoh, analis dari PT Sucor Sekuritas, mengatakan sangat penting bagi investor untuk membaca lapkeu. Lapkeu pada dasarnya dibuat untuk time frame panjang, sehingga akan dirilis setiap kuartal atau 3 bulan sekali, ada kuartal I (Januari-April), kuartal 2 (April-Juni), kuartal 3 (Juli-September), dan kuartal 4 (Oktober-Desember).


"Lapkeu ini merupakan salah satu petunjuk investor untuk melakukan aksi beli, atau untuk menghitung valuasi pergerakan harga sahamnya ke depan," kata Michael dalam program Investime CNBC Indonesia pada Kamis (12/8/2021).

"Jadi, menurut saya, meskipun sebagai trader maupun investor, adalah wajib hukumnya untuk mengetahui lapkeunya. Mungkin bedanya bagi seorang trader adalah tidak perlu terlalu tahu terlalu detail, tapi bagi investor itu adalah sebuah keharusan."

Selain itu Michael memaparkan jika sampai saat ini lapkeu belum bisa dibaca dengan cepat. Meski begitu ia memaparkan ada beberapa poin dalam lapkeu yang bisa langsung dibaca oleh para investor.

"Dalam membaca lapkeu, sejujurnya tidak ada cara cepat," ujarnya.

"[Tapi] yang selalu menjadi perhatian dari investor ketika baca lapkeu adalah bottom line-nya alias laba bersih, yaitu laba yang setelah dipotong oleh beban-beban yang ada."

Namun tak hanya sekadar mengetahui bottom line perusahaan, investor juga harus cek beberapa hal.

"Misalnya perubahan yang signifikan, misalnya dari kuartal ke kuartal (Q to Q) naik 20% laba bersih. Nah kita harus tahu naiknya ini dari mana. Apakah dari pengurangan beban, dari naiknya penjualan atau dari efisiensi operasional, atau pengurangan dari dividen. Itu yang harus dicek," jelasnya.

Selain itu, kata Michael, poin lain yang perlu dicek apakah perusahaan ini rutin bagi dividen atau tidak. Kemudian perusahaan ini sudah menghasilkan laba atau belum. Dividen adalah keuntungan yang dibagikan kepada pemegang saham tiap tahun.

"Terakhir, utang dari perusahaan ini, piutangnya seperti apa dan bagaimana beban-beban yang bisa dihasilkan ke depan. Jadi ini yang perlu investor tahu," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sell in May hanya Mitos di Bursa Saham RI, Ini Faktanya!


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading