InvesTime

Kenapa Ada Pre-opening & Pre-closing Bursa? Ini Alasannya

Investment - Yuni Astuti, CNBC Indonesia
04 June 2021 10:55
Kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sistem pre-opening (pra-pembukaan) dan pre-closing (pra-penutupan) pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bertujuan untuk mengetahui minat investor sebelum pasar modal dibuka untuk memulai perdagangan.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) periode 2018-2021, Edwin Sebayang, yang juga Direktur PT MNC Asset Management.

"Konsep ide dasar itu [adanya pre-opening dan pre-closing] mengetahui permintaan dan penjualan di harga [saham] terbaik berapa," ujar Edwin Sebayang, dalam InvesTime CNBC Indonesia di Jakarta, dikutip Jumat (4/6/2021).


Dia memberi contoh, saham emiten BUMN PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) pada Senin (31/5) yang ditutup pada level harga Rp 3.440/saham. Kemudian saat pembukaan pada Rabu (2/6) (karena Selasa libur) ternyata saham telekomunikasi ini dibuka pada level lebih tinggi yaitu Rp 3.460/saham.

"Walau sekarang di harga Rp 3.440 per saham untuk Telkom, pada saat pre-opening cukup banyak investor yang ingin beli saham tersebut. Misal ada corporate action, bagi deviden dan lainnya," kata dia lagi.

"Tapi bisa juga, tiba-tiba pada Rabu saham TLKM dibuka di level Rp 3.400 per saham, artinya terlalu banyak investor yang ingin banyak menjual, bertemulah harga terbaik saat itu," imbuhnya.

Perlu disampaikan, lanjutnya, katakan harga saham TLKM tersebut terjadi pada level Rp 3.460/saham, walau pada penutupan perdagangan sore sahamnya di angka Rp 3.440/saham, artinya, volume besar ada beberapa investor ingin membeli saham tersebut.

"Ini sebagai indikasi juga, harga dalam kenaikan. Karena ada jumlah permintaan besar saham Telkom," tegasnya.

Saat dikonfirmasi bagaimana keadilan sistem pre-closing dan pre-opening ini untuk investor ritel, dia menjawab tak perlu pusing jika tujuan investasi untuk jangka panjang.

"Kalau jangka pendek mereka sudah bisa lihat. Chart [pola grafik saham] 1-10 menit sudah mengerti pola dari satu saham. Sudah mempelajari," pungkasnya.

Jam Perdagangan Saham BEIFoto: Jam Perdagangan Saham BEI
Jam Perdagangan Saham BEI
Pre-opening dan Pre-closing BEIFoto: Pre-opening dan Pre-closing BEI
Pre-opening dan Pre-closing BEI


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading