Konkret! China Guyur Uang dan Gelontorkan Vaksin ke Palestina

Investment - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
21 May 2021 20:55
Ilustrasi bendera China. AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China berjanji memberikan bantuan darurat senilai US$ 1 juta (Rp 14 miliar) dan 200 ribu dosis vaksin Covid-19 kepada warga Palestina yang terkepung setelah digempur militer Israel.

Dikutip South China Morning Post, Badan Kerjasama Pembangunan Internasional China, badan bantuan luar negeri utama negara itu, mengatakan Beijing telah meluncurkan mekanisme tanggap bantuan darurat untuk membantu rakyat Palestina mengatasi krisis kemanusiaan.

"Bantuan itu akan membantu melakukan perawatan bagi yang terluka dan pemukiman kembali para pengungsi," kata juru bicara badan tersebut, Tian Lin, Jumat (21/5/2021).


Sementara itu dalam sesi yang berbeda juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian memuji peran yang dimainkan Mesir dan PBB dalam menangani gencatan senjata, yang mulai berlaku pada Jumat pagi, dan menyoroti kontribusi China dalam negosiasi.

"Kami menyambut baik gencatan senjata dan berharap itu akan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh untuk menghentikan konflik dan kekerasan," kata Zhao dalam sebuah pengarahan pada hari Jumat.

"China telah melakukan banyak pekerjaan untuk membantu meringankan situasi bersama dengan pihak lain," katanya.

China selama ini seolah ingin menunjukkan minat yang tidak biasa dalam memainkan peran utama dalam menyelesaikan konflik di Jalur Gaza. Beijing diketahui menampilkan dirinya sebagai pembawa damai dan melancarkan serangan ke PBB atas posisi Amerika Serikat yang sangat pro-Israel.

Serangan Israel di Gaza sejak 10 Mei telah menewaskan 232 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak, serta pejuang, dan telah melukai 1.900 lainnya, menurut kementerian kesehatan Gaza. Daerah yang luas telah menjadi puing-puing dan sekitar 120.000 orang mengungsi, menurut pihak berwenang Hamas.

Serangan ini diakhiri dengan persetujuan gencatan senjata antara Israel dan dua kelompok utama Palestina di jalur Gaza, Hamas dan Jihad Islam, Kamis (20/5/2021) waktu setempat atau Jumat (21/5/2021) dini hari. Pernyataan muncul dari kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

"Dengan suara bulat menerima rekomendasi untuk inisiatif Mesir terkait gencatan senjata tanpa syarat," tegas Israel, dikutip dari AFP.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading