BRI Cuap Cuap Cuan Berkah

Terungkap! Ini Alasan Penyaluran Kredit Masih Rendah

Investment - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
23 April 2021 13:58
Saatnya Kulik Potensi Cuan Dari Saham BBRI (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Analis BRI Danareksa sekuritas, Eka Savitri menegaskan bahwa pelaku bisnis masih wait and see melihat kondisi saat ini melihat dari pertumbuhan kredit perbankan yang masih lemah.

"Permintaan kredit masih belum tinggi, kebanyakan pelaku bisnis wait and see. Tapi untuk menarik kredit kan harus lihat juga. Pelaku bisnis menangah itu mereka masih pilah-pilah," katanya kepada CNBC Indonesia dalam acara BRI Cuap Cuap CuanĀ Berkah, Kamis (22/4/2021).

Jika melihat data perbankan year to date (YTD), lanjutnya, kinerja perbankan masih kurang bagus. Sementara jika melihat dari sisi fundamental, menurutnya belum ada perubahan ke arah yang signifikan.


Likuiditas perbankan ini, berdasarkan data OJK hingga Januari 2021 secara LDR tetap berada di angka 82%. Kabar baiknya, angka ini menurutnya masih cukup untuk mendorong pertumbuhan kredit ke depannya.

"Likuiditas akan tetap cukup dalam beberapa waktu ke depan," tegasnya.

Dia juga menjawab terkait likuiditas yang dikucurkan Bank Indonesia (BI) untuk perbankan yang jumlahnya mencapai Rp 800 triliun. Sayangnya, menurut dia angka tersebut tak bisa langsung berdampak ke perbankan.

"Saat ini perbankan masih pilih-pilih untuk menyalurkan kredit. Nggak mau 1-2 tahun ke depan jadi aset yang bermasalah. Perlu di balance antara likuiditas dan penyaluran kredit," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading