Melorot Sejak Senin, Harga Emas Antam Hari Ini Naik 0,4%

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
07 April 2021 09:41
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak awal pekan lalu harga emas Antam turun tipis masing-masing 0,11% untuk satuan 1 gram. Tetapi pada hari ini, Rabu (7/4/2021), harga emas batangan yang diproduksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. ini mengalami penguatan cukup tajam.

Harga emas dunia yang melesat pada perdagangan Selasa kemarin memicu kenaikan emas Antam.

Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com, harga emas Antam satuan 1 gram naik 0,43% ke Rp 924.000/batang. Sementara satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan naik 0,46% ke Rp 86.612.000/batang atau Rp 866.120/gram.


Emas BatanganHarga per BatangHarga per Gram
0,5 GramRp 512.000Rp 1.024.000
1 GramRp 924.000Rp 924.000
2 GramRp 1.788.000Rp 894.000
3 GramRp 2.657.000Rp 885.667
5 GramRp 4.395.000Rp 879.000
10 GramRp 8.735.000Rp 873.500
25 GramRp 21.712.000Rp 868.480
50 GramRp 43.345.000Rp 866.900
100 GramRp 86.612.000Rp 866.120
250 GramRp 216.265.000Rp 865.060
500 GramRp 432.320.000Rp 864.640
1000 GramRp 864.600.000Rp 864.600

Harga emas dunia kemarin menguat 0,88% ke US$ 1.743,56/troy ons yang merupakan level tertinggi dalam 2 pekan terakhir. Melesatnya harga emas dunia tersebut dipicu indeks dolar AS yang jeblok dalam 2 hari terakhir.

Di awal pekan lalu, indeks yang menjadi tolak ukur kekuatan dolar AS ini merosot 0,46%, sementara kemarin turun lagi 0,28%.

Kala indeks dolar AS menurun, artinya mata uang lainnya cenderung menguat, yang membuat harga emas dunia menjadi lebih murah. Sebabnya, emas dunia dibanderol dengan dolar AS, ketika mata uang Paman Sam ini melemah tentunya harganya menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Selain indeks dolar AS, yield obligasi (Treasury) juga dalam tren menurun. Yield Treasury tenor 10 tahun kemarin turun 6,4 basis poin ke 1,656%.

Treasury merupakan aset aman (safe haven) yang sama dengan emas. Bedanya, Treasury memberikan yield (imbal hasil), sementara emas tanpa yield. Sehingga ketika yield Treasury naik, maka akan lebih menarik dijadikan investasi ketimbang emas. Alhasil emas akan mengalami tekanan. Sebaliknya, ketika yield Treasury menurun, apalagi di bawah inflasi di AS, maka emas akan lebih menarik.

Baik indeks dolar AS maupun yield Treasury mengalami penurunan akibat rilis data tenaga kerja AS pekan lalu yang menunjukkan rata-rata upah per jam turun 0,1% di bulan Maret membuat rupiah mampu menguat. Upah merupakan faktor penting yang bisa menentukan tingkat inflasi, ketika rata-rata upah menurun, maka konsumen akan kemungkinan mengurangi belanja, dan tekanan inflasi menjadi berkurang.

Ketika tekan inflasi berkurang, maka bank sentral AS (The Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter ultra longgarnya.

Analis di Wall Street juga memprediksi harga emas dunia akan menguat di pekan ini. Kitco melakukan survei terhadap 15 analis di Wall Street, sebanyak 11 orang memberikan proyeksi bullish (tren naik) untuk emas di pekan ini, sementara 2 orang memberikan outlook bearish (tren turun) dan 2 orang lagi netral.

Clive Lambert, analis teknikal di Futurestechs saat diwawancara Kitco pekan lalu mengatakan harga emas dunia berpeluang melesat lebih tinggi jika mampu melewati US$ 1.754/troy ons.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading