Dari 4 Bank Syariah di RI, Mana yang Harus Dihindari?

Investment - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
08 March 2021 14:40
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kini saham dari bank syariah mulai banyak dilirik banyak orang. Setidaknya kini pasar saham Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki empat emiten bank syariah, yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS), dan PT Bank Net Syariah Indonesia Tbk (BANK).

Namun dari keempat emiten tersebut, masih banyak yang bingung saham bank syariah mana yang layak untuk dikoleksi. Achmad Yaki Yamani, Analis PT BCA Sekuritas, mengatakan setidaknya ada dua dari empat emiten tersebut yang layak dikoleksi.

"Kalau dilihat dari kinerjanya, saya lebih prefer ke BRIS dan BTPS," kata Achmad dalam program Investime CNBC Indonesia, Jumat (5/3/2021) lalu.


Menurut Achmad, pergerakan saham kedua emiten ini cenderung cukup bagus dari 2019 ke 2020, apalagi ketika pergerakan bank syariah masih kurang menarik saat itu dan BTPS masih sebagai berkuasa dalam dunia bank syariah.

"Kalau dilihat kinerjanya sampai di kuartal III dan IV di 2020 ini (BTPS)memang pergerakannya masih cukup bagus, dari kinerja fundamental masih terlihat NIMnya masih terjaga di atas 20%, harusnya ini menarik ya," paparnya.

"BTPS sendiri punya NIM yang kalau kita lihat sampai di Q4 kurleb di atas 20-21% dengan gross margin di atas 80%. Sebenarnya ini menarik, cuma memang kalau dilihat masih minus 10%. Ini posisinya masih di atas, gak terlalu murah gak terlalu mahal. Area 3000-3500 itu memang area yang menarik untuk BTPS."

Sementara untuk saham BANK dan PNBS, Achmad tidak begitu menyarankan investor untuk berinvestasi di kedua emiten ini.

"Kalau untuk BANK sendiri kita harus melihat ke depannya. Karena kalau kita lihat ... masih minus di 2019-2018. Kita harus lihat dulu kinerjanya tahun 2020 ini. Kalau bagus mungkin bisa dikoleksi," tambahnya.

Kemudian untuk valuasi PNBS, Achmad mengatakan ini masih cukup rugi. "Kalau dilihat sekilas dari valuasinya, PNBS masih cukup rugi, enggak cukup baik karena kalau saya gak salah data ini masih merugi," katanya.

"Kalau kita bahas tadi 2019-2020, sebelum momentum saham BRIS itu naik tajam, pergerakan saham PNBS itu tidak menarik. Menurut saya enggak terlalu menarik untuk trading dan investasi."


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading