InvesTime

Apaan sih Saham Gorengan, Seberapa Besar Risikonya?

Investment - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
26 February 2021 15:07
Kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Istilah saham gorengan kerap terdengar bagi pelaku pasar yang terjun ke investasi pasar modal. Lalu apa sebenarnya saham gorengan itu?

Saham gorengan dapat diartikan sebagai saham perusahaan yang kenaikannya di luar kebiasaan karena pergerakannya sedang direkayasa oleh pelaku pasar dengan tujuan kepentingan tertentu.

Founder Ellen May Institute dan Emtrade, Ellen May menjelaskan bagaimana istilah ini terbentuk. Dia menjelaskan bahwa pergerakan harga saham terjadi dikarenakan adanya demand dan supply. Jika permintaan tinggi, akan membuat harga saham semakin naik cepat, sementara sebaliknya supply yang banyak mendorong penurunan harga saham.


Pembuat demand itu, menurut Ellen adalah orang atau pelaku pasar dengan modal besar yang disebut dengan institusi. Bentuknya bisa berbagai macam yakni fund manager, asset management dan dana pensiun.

"Bahkan bisa jadi market maker itu sendiri atau mungkin orang bandar," kata Ellen dalam program Investasi CNBC Indonesia, Kamis (25/2/2021).

Para market maker ini dengan sengaja menciptakan volume serta menjual di harga atas. Dengan begitu mereka bisa memanfaatkan naik turunnya harga saham.

Tak menutup ada kemungkinan jika perusahaan tersebut 'menggoreng' sahamnya sendiri. Menurut Ellen, hal tersebut disebabkan secara fundamental perusahaan X tersebut tidak bagus dan sengaja menciptakan pemberitaan yang bermaksud untuk mendorong naik sahamnya.

"Create berita supaya harga saham naik, [investor] retail ikut. Ketika harga saham sudah naik, dia profit taking [jual sahamnya]," ungkapnya.

Dia mengatakan, untuk mengerek harga saham supaya naik, kemungkinan perusahaan punya satu grup jual beli. Nantinya retail akan tertarik dan ikut membeli saham tersebut.

Selain itu Ellen mengatakan salah satu ciri saham gorengan adalah yang memiliki kapitalisasi pasar (market cap) serta likuiditas kecil, namun dengan catatan ini kriteria ini tak selalu terjadi. Hal ini karena tak menutup kemungkinan perusahaan berkapitalisasi besar bisa juga 'digoreng' sahamnya tentu dengan modal besar.

"Karena enggak butuh modal banyak buat ngegoreng perusahaan seperti itu," ungkapnya.

Ellen menjelaskan beberapa poin untuk bisa membeli saham. Pertama adalah melihat fundamental perusahaan yang akan diinvestasikan. Bila secara fundamental bagus, maka ada potensi saham tersebut dikoleksi walaupun masih pada saat itu masih terkoreksi.

Lalu perhatikan valuasi serta prospek pendapatan perusahaan tersebut ke depan. Selain itu juga melihat apakah saham itu banyak dibuat riset oleh sekuritas.

"Semakin banyak saham tersebut dibuat risetnya oleh sekuritas, artinya semakin bagus semakin terpercaya," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading