Sri Mulyani Bicara Holding Ultra Mikro, Saham BRI To The Moon

Investment - Tri Putra, CNBC Indonesia
09 February 2021 09:49
Gedung Bank BRI

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbesar di Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berhasil melesat kencang pagi ini.

Tercatat BBRI terbang 6,05% di level Rp 4.730/unit. Transaksi juga tergolong ramai di angka Rp 637 miliar dan menjadi saham dengan nilai transaksi paling besar pagi ini.

Selanjutnya investor asing melakukan pembelian bersih jumbo di saham BBRI pagi ini dengan beli bersih Rp 309 miliar. Saat ini BBRI memiliki kapitalisasi pasar Rp 583 triliun.


Kenaikan BBRI pada hari ini tentunya tak lepas dari sentimen positif yang datang dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR secara virtual, Senin (8/2/2021) memaparkan bahwa dalam skenario penggabungan ketiga usaha tersebut BBRI akan menjadi holding-nya.

Bentuk kongkretnya, pemerintah akan menggabungkan tiga BUMN yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) atau Bank BRI, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Pembentukan holding ini akan diawali dengan aksi korporasi penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue dari Bank BRI.

"Holding dilakukan melalui persetujuan rights issue dari BRI di mana negara akan ambil bagian seluruhnya dengan cara alihkan seluruh sahan Seri B dari PNM dan Pegadaian diserahkan ke BRI," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR secara virtual.

Nantinya BBRI akan menguasai 99,9% saham Pegadaian dan PNM.

Dalam skema HMETD pemerintah akan mengambil bagian seluruhnya dengan cara mengalihkan saham seri B yang dimiliki negara di Pegadaian dan PNM ke BBRI. Penyetoran seluruh saham seri pada Pegadaian dan PNM akan dilakukan sesuai dengan PP 72/2016 tentang Tata Cara Penyertaan Modal Negara kepada BUMN.

Partisipasi pemerintah dalam transaksi ini bentuknya non-cash. Pemerintah tak akan menyuntikkan dana segar ke BBRI dari APBN. Kepemilikan saham pemerintah di BBRI pun tidak akan terdilusi.

Setelah holding terbentuk pemerintah masih akan menguasai ±56,75% ≤ 60%. Sementara itu publik masih akan mengusai ±40% ≤ 43,25% saham BBRI.

Nilai transaksi korporasi ini akan didasarkan pada penilaian independen KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik) sesuai dengan ketentuan pasar modal dan berdasarkan laporan keuangan pada 31 Desember 2020.

Aksi korporasi ini dinilai bakal menguntungkan semua pihak baik bagi korporasi, pemerintah hingga masyarakat secara luas, sebagaimana disampaikan Menkeu dalam presentasinya di parlemen Senin kemarin.

Untuk korporasi, pembentukan holding ini akan membawa setidaknya tiga manfaat utama yaitu peningkatan valuasi dan efisiensi bisnis serta penurunan cost of funds. Semangat yang ingin dibangun ialah sinergi antar-BUMN.

Holding ultra-mikro juga membuat struktur BUMN menjadi lebih ramping sehingga diharapkan mampu meningkatkan tata kelola bisnisnya. Selain itu dengan adanya holding diharapkan mampu meningkatkan rasio penyaluran kredit ke UMKM yang jumlahnya mencapai 98% dari total pelaku usaha.


[Gambas:Video CNBC]

(trp/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading