Saham Kena ARB Berhari-hari, Baiknya Cut Loss atau Tahan?

Investment - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
02 February 2021 11:55
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Koreksi dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu, membuar puluhan saham masuk ke dalam perangkap auto reject bawah (ARB) berhari-hari, termasuk saham-saham bluechip.

Hal ini menimbulkan kecemasan di kalangan investor mengenai langkah selanjutnya, apa sebaiknya tetap menahan atau cut loss.

Deputy Head of Research MNC Sekuritas Victoria Venny menilai hal pertama yang perlu dimilik investor adalah harus memahami literasi keuangan yang bagus, sehingga ketika trading saham harus disiplin dan bisa memanage ekpektasi. Penetapan presentase ARB sebesar 7% oleh pihak Bursa juga menjadi hal yang baik.


"Jadi teman-teman untuk cut loss itu ngga masalah, dengan adanya ARB yang jauh lebih cepat terjadinya di hari-hari ini memang membuat ada level-level support terbaik untuk teman-teman buyback lagi. Jadi kalau memang sudah punya portofolio kemudian setiap pagi auto untuk order, jadi teman-teman bisa order dengan harapan nantinya akan ada peningkatan kembali saham-saham tersebut, jadi dari pertama kali disiplin tentukan batas wajar untuk cutloss," katanya dalam Investime, CNBC Indonesia dikutip Selasa (2/2/21).

Karenanya, pilihan untuk cut loss atau menahan ada pada investor. Namun, jika melihat saham ARB dengan fundamental bagus kemudian ada aksi korporasi yang membuat investor lebih percaya diri, maka itu bagus untuk investasi. ARB yang terjadi memang untuk investasi jangka panjang.

"Namun kalau teman-teman cari peluang lain, sebenernya cut loss gapapa, itu resiko berinvestasi, tapi ngga menutup kemungkinan tidak ada produk lain yang teman-teman bisa chip in lagi, jadi istilahnya pindah barang. Jadi itu depends on," sebutnya.

Mengenai ketentuan cutloss pun itu bergantung pada ketentuan masing-masing investor. "Batas toleransi biasanya untuk yang normal 3%, 5% itu batas aman teman-teman merealisasikan portofolio," papar Venny.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading