Usai 'Kerasukan' Biden, Harga Emas Antam Hari Ini Naik Seceng

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
25 January 2021 09:34
President-elect Joe Biden stands with his wife Jill Biden after speaking at the Major Joseph R.

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, naik tipis pada perdagangan Senin (25/1/2021). Meski demikian sepanjang pekan ini ada peluang akan mencatat kenaikan yang lebih signifikan.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, harga emas satuan 1 gram dibanderol Rp 958.000/batang, naik Rp 1.000/gram atau 0,1%. Sementara satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan dibanderol Rp 90.012.000/batang atau Rp 900.120/garam juga naik Rp 1.000/gram dibandingkan harga Sabtu lalu.


Pekan lalu, harga emas dunia mampu terbang tinggi 1,42% ke level US$ 1.852,55/troy ons.

Adapun pergerakan harga emas Antam cenderung mengikuti harga emas dunia, yang di pekan ini diprediksi akan kembali naik. Hal tersebut terlihat dari survei mingguan yang dilakukan Kitco.

Survei yang dilakukan terhadap 15 analis di Wall Street, menunjukkan 60% memberikan proyeksi bullish (tren naik) di pekan ini, sementara yang memprediksi harga emas akan turun (bearish) sebanyak 20%, dan yang memberikan outlook netral sebanyak 20%.

Sementara itu survei yang dilakukan terhadap investor ritel atau yang disebut Main Street, dengan jumlah partisipan sebanyak 1.581 orang, menunjukkan 67% memberikan proyeksi bullish, 17% bearish, dan 15% netral.

Dengan demikian analis dan investor ritel memprediksi harga emas akan kembali menguat di pekan ini. Dilantiknya Joseph 'Joe' Biden menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46 pada Rabu (20/1/2021) waktu setempat menjadi salah satu faktor di balik prediksi tersebut.

Selain pelantikan Biden, Senat AS yang sebelumnya dikuasai oleh Partai Republik, kini dikuasai oleh Partai Demokrat. Sehingga blue wave atau kemenangan penuh Partai Demokrat berhasil dicapai.

Parlemen AS menganut sistem 2 kamar, House of Representative (DPR) yang sudah dikuasai Partai Demokrat sejak lama, dan Senat yang pada rezim Donald Trump dikuasai Partai Republik.

Dengan dikuasainya DPR dan Senat, tentunya akan memudahkan dalam mengambil kebijakan, termasuk dalam meloloskan paket stimulus fiskal US$ 1,9 triliun.

Alhasil, emas langsung melesat begitu Biden dilantik, sebab stimulus fiskal merupakan bahan bakar untuk menguat. Di bulan Maret 2020 lalu, pemerintah AS, saat itu di bawah komando Presiden Trump, menggelontorkan stimulus fiskal senilai US$ 2 triliun, emas yang sebelumnya mengalami aksi juga mulai meroket hingga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa US$ 2.072,49 pada 7 Agustus 2020.

Selain stimulus fiskal, stimulus moneter yang longgar juga menjadi pemicu penguatan harga emas. Bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) menjadi salah satu bank sentral yang paling jor-joran. The Fed memangkas suku bunga hingga menjadi <0,25%, dan menambah stimulus moneter dengan program pembelian aset (quantitative easing/QE) senilai US$ 120 miliar per bulan.

The Fed akan mengumumkan hasil rapat kebijakan moneter pertama di tahun ini pada Kamis (28/1/2021) dini hari waktu Indonesia, dan akan menentukan pergerakan harga emas.

"Fundamental saat ini mendukung emas, khususnya kebijakan moneter longgar yang diterapkan di seluruh dunia. Dalam jangka pendek dan menengah, stimulus tersebut akan membawa harga emas naik secara dramatis, sebab logam mulia dan likuiditas global memiliki korelasi yang kuat," kata Adrian Day, presiden dan CEO Adrian Day Asset Management, sebagaimana dilansir Kitco, Jumat (22/1/2021).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading