Goks! Softbank Cuan Rp 156,8 T dari Investasi di Startup Ini

Investment - Monica Wareza, CNBC Indonesia
10 December 2020 14:42
People walk by a SoftBank shop in Tokyo, Monday, Nov. 9, 2020. Japanese technology company SoftBank Group Corp. said Monday it restored its profitability in the last quarter as its investments improved in value. (AP Photo/Koji Sasahara)

Jakarta, CNBC Indonesia - SoftBank Group Corp. diberitakan mendapatkan keuntungan US$ 11,2 miliar (Rp 156,80 triliun, asumsi kurs Rp 14.000/US$) dari investasinya di DoorDash Inc. setelah perusahaan ini resmi tercatat di Wall Street pekan ini.

Dilaporkan Reuters, harga saham perusahaan ini melesat 87,5% saat listing pada Rabu (9/12/2020) dengan valuasi US$ 68,2 miliar. Valuasi tersebut naik empat kali lipat dibanding dengan target penghimpunan dana yang dilakukan perusahaan enam bulan lalu.

Softbank mulai berinvestasi di perusahaan penyedia jasa delivery makanan ini sejak tiga tahun lalu senilai USS$ 680 juta (Rp 9,52 triliun) dengan kepemilikan sebesar 25%. Nilai tersebut kemudian naik menjadi US$ 11,9 miliar di hari pertama perdagangannya.


Vision Fund SoftBank telah berinvestasi di DoorDash selama empat kali pendanaan terakhir dengan investasi awal senilai US$ 280 juta pada Maret 2018 dan ditambah US$ 350 juta pada pendanaan tahap selanjutnya.

Nilai investasi terakhirnya mencapai US$ 50 juta pada Juni 2020.

Keuntungan yang diperoleh Softbank dari DoorDash ini berkat upaya Chief Executive Masayoshi Son untuk menghidupkan kembali Vision Fund senilai US$ 100 miliar setelah berturut-turut menderita kerugian dalam waktu satu tahun terakhir dari berbagai portofolio investasinya sepert WeWork dan Wag.

Bulan lalu Softbank melaporkan nilai dari Vision Fund mencapai US$ 76,4 miliar, naik dari posisi US$ 75 miliar yang telah diinvestasikannya kepada 83 startup. Kenaikan ini dipicu oleh kenaikan perusahaan-perusahaan teknologi sejak pandemi Covid-19 terjadi.

Keuntungan investasi lainnya juga mulai terjadi perusahaan lainnya, seperti Uber Technologies Inc. yang harga sahamnya telah mengalami reli beberapa waktu terakhir.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading