Selow Pak Anies, Ini Strategi Jokowi Tambah Kapasitas RS

Investment - dob, CNBC Indonesia
12 September 2020 20:07
Presiden Joko Widodo dalam Acara Puncak Hari Olahraga Nasional XXXVII Tahun 2020 (Tangkapan Layar Youtube  Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah pusat telah menyiapkan langkah-langkah dalam ketersediaan rumah sakit setelah terjadi lonjakan kasus virus corona (Covid-19) di DKI Jakarta. Pemerintah yakin bahwa kapasitas di RS di Jakarta akan cukup untuk menampung pasien Covid-19.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan, DKI Jakarta memiliki 67 RS rujukan Corona. Sebanyak 7 rumah sakit tersebut dinyatakan sudah full alias 100%. Medki demikian dia menegaskan rumah sakit yang penuh tersebut hanya memiliki tempat tidur di bawah 10 unit.

"Di sini kita lihat datanya rata-rata yang 100% rumah sakit itu mereka yang bednya tidak lebih dari 10 bed," kata Doni dalam konferensi pers yang disiarkan saluran YouTube BNPB, Sabtu (12/9/2020).


Atas dasar itu, dia menegaskan rumah sakit yang lebih besar masih memiliki kapasitas tempat tidur untuk menampung pasien. Selain itu, Pemerintah juga telah menyiapkan kebijakan untuk merelaksasi kapasitas di Rumah Sakit.

Strateginya adalah, pasien yang hampir sembih atau tinggal menunggu obeservasi akhir akan dipindahkan ke RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran.

"Para direktur RS ketika menilai ada pasien yang menjelang sembuh dan ada pasien yang butuh perawatan segera, maka pasien yang jelang sembuh bisa dikonsultasikan tim puskes TNI yang kelola RS Darurat Wisma Atlet untuk dialihkan," ujarnya.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan kekhawatiran bahwa RS di Jakarta akan penuh pasien Covid-19 dalam beberapa hari ke depan. Atas dasar itu, Anies menarik rem darurat dalam bentuk kebijakan PSBB total yang rencananya berlaku mulai 14 September 2020.

Pada kesempatan yang sama Doni mengatakan RS Darurat Wisma Atlet tengah mempersiapkan 2 tower tambahan untuk merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19, khususnya orang tanpa gejala (OTG).

"Ada flat 4-5 untuk melayani masyarakat yang positif COVID namun tanpa gejala, flat 6 dan 7 yang melayani masyarakat yang positif COVID degan gejala sedang dan ringan, serta ada 1 lagi yaitu kawasan Pademangan, yaitu flat atau tower 8-9 yang melayani warga negara kita yang kembali dari sejumlah negara," kata Doni.

Sementara itu, Kapuskes TNI Mayjen Tugas Ratmono mengatakan tower 6 dan 7 difungsikan untuk merawat pasien Corona dengan gejala ringan hingga sedang. RSD Wisma Atlet saat ini merawat 1.660 pasien Corona yang 52 persen di antaranya tanpa gejala.

"Kami mengelola khususnya untuk di kawasan Rumah Sakit Wisma Atlet ini ada 4 tower, dari tower 4, tower 5, tower 6, dan tower 7. Untuk tower 7 saat ini menangani atau melayani merawat pasien-pasien COVID yang ringan dan sedang dan juga yang tanpa gejala," ujar Mayjen Tugas.

"Saat ini sejumlah 1.660 yang terbagi dari pasien ringan dan bergejala sedang dan tanpa gejala. Yang tanpa gejala kuran lebih 52 persen dan sisanya 48 persen adalah yang bergejala," imbuhnya.

Rencananya, tower 5 di RSD Wisma Atlet akan dibuka untuk merawat pasien tanpa gejala. Sebanyak 1.570 tempat tidur pun disiapkan.

"Rencananya dan kita sudah siapkan tower 5 untuk menampung merawat orang-orang terkonfirmasi positif COVID tanpa gejala. Sore ini sudah kita siapkan dan siap untuk melayani pasien isolasi mandiri tersebut. Di tower 5 ini kita siapkan yang siap huni saat ini kita siapkan 1.570 tempat tidur," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading