Internasional

Silau Man! Emas Global Diramal Tembus US$ 2.000 per Ounce

Investment - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
28 July 2020 07:10
emas

Jakarta, CNBC IndonesiaHarga emas global diprediksi makin berkilau. Ketidakpastian ekonomi dan politik menyebabkan banyak orang akan berburu aset yang lebih aman.

"Dengan momentum saat ini, dalam beberapa bulan ke depan akan melampaui US$ 2.000, per ounce," kata analis komoditas dari Commonwealth Bank of Australia, Vivek Dhar, dikutip dari CNBC International.



"Pertanyaan kunci adalah seberapa besar kenaikan reli setelah itu."

Menurutnya, harga akan semakin melejit, jika suku bunga The Fed negatif. Saat ini The Fed masih mempertahankan suku bunga acuan positif mendekati nol.

Hal senada juga dikatakan Managing Partner salah satu dealer logam mulia global, J. Rotbart & Co. Ketakutan investor pada pandemi dan melemahnya ekonomi jadi penyebab.

"Investor gelisah. Mereka takut. Faktor ketakutan membuat mereka bergegas ke emas," tegas Joshua Robart.




"Dengan kondisi saat ini- pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal, resesi global, pengangguran dan pemerintahan tidak bisa mengendalikan ini- saya pikir kita akan melihat harga emas menuju US$ 2.000."

Sementara itu di Asia, emas diperdagangkan di level US$ 1.931,11 per ons dan kembali naik ke US$ 1.943,92 per ons. Ini melampaui rekor di 2011.

Harga emas telah melonjak mendekati 30% tahun ini.

Sebelumnya situasi AS dan China kembali memanas. Kedua negara saling menutup pos-pos diplomatik.

Ini merupakan serangkaian dari konflik panjang kedua negara sejak 2018. AS-China bukan hanya bermasalah di perdagangan, tapi juga Hong Kong, Taiwan, Uighur, Covid-19 hingga Laut China Selatan dan Laut China Timur.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading