Usai Turun Rp 3.000/gram, Emas Antam Hari Ini Stagnan

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
07 October 2019 14:14
Usai Turun Rp 3.000/gram, Emas Antam Hari Ini Stagnan Foto: Ilustrasi Karyawan menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas, Sarinah, Jakarta Pusat. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) stagnan di Rp 712.000 per gram pada perdagangan Senin ini (7/10/2019), sama dengan harga pada  Sabtu (5/10/19) pekan lalu.

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini, harga emas Antam ukuran 100 gram yakni Rp 71,2 juta per batang, atau Rp 712.000 per gram.


Rekor tertinggi harga emas Antam kepingan 100 gram yang pernah dicapai adalah Rp 726.000 per gram pada awal September.




Harga emas global kemarin menjadi faktor utama penentuan harga emas Antam beserta faktor lain seperti nilai tukar rupiah, nilai tukar dolar AS, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga masih sama dibandingkan harga Sabtu lalu Rp 684.000 per gram.

Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Pada perdagangan Jumat lalu, harga emas dunia mendapat tekanan setelah rilis data tenaga kerja AS. Meski demikian, emas berhasil menipiskan pelemahan hingga mengakhiri perdagangan dengan mendatar atau flat di level US$ 1504,35 per troy ons.

Sementara pagi ini harga emas dunia kembali menguat, pada pukul 8:45 WIB emas di US$ 1.508,10 per troy ons, menguat 0,25% di pasar spot, sementara siang ini pukul 14:06 WIB, berada di level US$ 1.505,50, atau menguat 0,08%. Pergerakan tersebut menunjukkan harga emas belum punya tenaga lagi untuk menguta lebih tinggi.



Pada Jumat (4/10/11) lalu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan melaporkan tingkat pengangguran AS turun menjadi 3,5% di bulan September dari bulan sebelumnya 3,7%. Level tersebut merupakan yang terendah dalam setengah abad atau tepatnya sejak Desember 1969.

Data tersebut terlihat bagus, tetapi jika melihat data tenaga kerja keseluruhan, masih terdapat cela. Penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian (non-farm payroll/NFP) hanya 136.000 orang, lebih rendah dari bulan sebelumnya 168.000 0rang. Rata-rata upah per jam stagnan 0% month-on-month (MoM), sementara jika dilihat secara tahunan (year-on-year), rata-rata upah per jam tumbuh 2,9%, terlemah sejak Juli 2018.

Data yang bervariasi tersebut membuat harga emas bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat lalu. Seperti biasa, pergerakan harga emas di hari Jumat, akan mempengaruhi harga emas Antam di hari Sabtu.

Selain harga emas dunia, harga emas Antam juga dipengaruhi kurs rupiah terhadap dolar AS. Mata Uang Garuda berhasil mencatat pengauatan tiga hari beruntun hingga Jumat lalu. Ketika harga emas dunia flat, dan rupiah menguat, maka harga emas dunia yang dibanderol dolar AS akan menjadi lebih murah, dampaknya harga emas Antam biasanya menurun.

Pada hari Sabtu, harga emas Antam turun Rp 3.000 dibandingkan dengan harga hari Jumat.

Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama.

Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar.

Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%. Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%.


TIM RISET CNBC INDONESIA. (pap/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading