Beli Barang Mewah, Selain Koleksi & Bisa untuk Investasi

Investment - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
28 December 2018 17:39
Beli Barang Mewah, Selain Koleksi & Bisa untuk Investasi
Jakarta, CNBC Indonesia - Hadirnya teknologi di bidang informasi, telekomunikasi, serta transportasi tentu membuat segala menjadi lebih mudah dan lebih dekat, termasuk barang-barang lucu dan mewah yang kita inginkan.

Selain melalui jasa titip (jastip), memiliki barang mewah saat ini semakin mudah yang membuat tak sedikit sekarang teman-teman kita yang menjadi kolektor yang bermimpi menjadikan barang mewah tersebut dan bahkan ada pula yang sudah berevolusi sebagai investasi di masa depan.

Investasi di masa depan dapat berarti bahwa barang yang kita miliki, dengan perawatan tertentu, akan mampu memberikan imbal hasil (return) dari kenaikan harga jika dijual kembali.


Taufik Gumulya, Founder dari TGRM Financial Planning Services, mengatakan jika koleksi bawang mewah sudah banyak, maka bukan tidak mungkin bisa beralih menjadi investasi karena nantinya bisa menghasilkan jika peminat barang koleksi kamu banyak.

Karena memang judulnya barang mewah, maka tidak sedikit rupiah atau bahkan dolar AS yang dibelanjakan.

Namun, bukankah salah satu tujuan memiliki barang mewah bertujuan memanjat kelas sosial untuk mendapatkan jaringan dan akses yang lebih luas?

Di tengah dilema tersebut, jangan terlalu cepat membeli barang-barang yang masuk kelompok kelas atas tersebut dengan tujuan investasi tadi jika belum membaca tips di bawah ini.

Taufik menambahkan saat ini untuk mengoleksi dan kemudian berinvestasi sebuah barang mewah perlu memperhatikan beberapa hal.

Beberapa poin di antaranya adalah:

  1. Beli di toko atau retailer asli, jangan malu masuk ke toko-retailer resmi karena dapat menjamin keaslian barang.
  2. Membeli di toko asli juga punya manfaat lain karena ada konsultannya. Setiap konsultan pasti memiliki cerita, karena setiap barang akan memiliki background, filosofi, materi, yang harus sesuai dengan pemakai. Jika cocok dan diprediksi akan ramai disukai orang, baru beli.
  3. Siapkan infrastruktur untuk mengoleksi atau nantinya bisa investasi di barang tersebut, misalnya tempat penyimpanan yang aman dan nyaman, seperti alat pemutar (watch winder) untuk jam kinetik atau lemari khusus penyimpan sepatu dan/atau tas mewah.
  4. Jangan sampai menggunakan uang dapur, puasa, atau bahkan berutang.
"Patut diperhatikan juga bahwa tidak seluruh bawang mewah dapat dijual kembali karena tergantung minat orang terhadap jenis atau model tersebut. Minat tersebut dapat ditanyakan kepada konsultan barang mewah tadi di toko resmi yang dapat bercerita banyak."

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho juga menyarankan calon investor barang mewah untuk melakukan riset awal terkait dengan rencananya membeli barang.

Hal itu dapat dilakukan dengan melihat potensi besarnya permintaan terhadap barang tersebut melalui komunitasnya, apalagi jika komunitas tersebut sangat royal uang dan loyal terhadap barangnya.

Teknik membaca ceruk pasar tersebutlah yang dianggap Andy perlu dilakukan oleh calon kolektor atau investor untuk mendapatkan hasil maksimal di kemudian hari.

Ari Adil, Co-founder & Chairman Jagartha Advisors, mengatakan faktor pembatasan produksi model yang sengaja dilakukan untuk membangun nilai eksklusif dapat menjadi faktor suatu barang mewah dikoleksi bahkan dijadikan investasi.

Hal tersebut dianggap sebagai peluang, salah satunya bagi kolektor jam tangan, untuk berburu produk yang bisa memiliki nilai tinggi di masa depan.

Semakin terbatas produk di pasaran, semakin tinggi pula nilainya di mata para kolektor. Terlebih untuk jam tangan yang dianggap vintage, discontinued, atau dari edisi khusus.

"Ada beberapa model dari brand jam terkenal jumlahnya sangat terbatas di pasaran sehingga menyebabkan harga di pasar jam tangan second bisa sangat tinggi. Tetapi, jangan sembarang membeli lalu tertipu brand palsu atau model jam yang sebetulnya biasa saja dan tidak memiliki nilai investasi," kata Ari.

Lantas, apakah sudah memutuskan membeli barang apa untuk dikoleksi atau dijual kembali nantinya?

Pilihannya tentu ada di tangan Anda.
Selamat berbelanja.
Beli Barang Mewah, Selain Koleksi & Bisa untuk InvestasiFoto: Infografis/Tips Membeli barang mewah/Arie Pratama

TIM RISET CNBC INDONESIA (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading