IHSG Rontok, Inikah Waktu Tepat Investasi Reksa Dana Saham?

Investment - Monica Wareza, CNBC Indonesia
05 September 2018 16:18
IHSG Rontok, Inikah Waktu Tepat Investasi Reksa Dana Saham?
Jakarta, CNBC Indonesia - Analis menilai kondisi pasar saham yang saat ini tengah diterpa sentimen negatif dan membuat kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergerus dalam. Momentum seperti ini seharusnya dimanfaatkan investor untuk menambah investasi di reksa dana saham.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan reksa dana saham sangat cocok dijadikan sebagai instrumen investasi jangka panjang. Sehingga pelemahan saat ini bisa dimanfaatkan untuk masuk ke reksa dana saham.

"Sepanjang tujuan investor long term justru koreksi saham saat ini bisa jadi momen tepat untuk masuk," kata Wawan kepada CNBC Indonesia, Selasa (4/9).


Dia menyebutkan, kondisi indeks saat ini masih diliputi oleh tekanan dari eksternal sementara untuk kondisi makro di dalam negeri seperti pertumbuhan ekonomi dan inflasi masih terkendali. Dengan demikian, jika tekanan dari eksternal ini mereda maka indeks berpotensi kembali menguat.

"Kalau kita berkaca pada 2009 dan 2014 di masa pemiliu itu IHSG selalu positif jadi baik itu misalnya presiden tetap atau berganti itu sama-sama akan bawa optimisme baru ke pasar modal. Justru ini waktu yang tepat untuk masuk ke (reksa dana) saham," jelas dia.

Seperti diketahui, sejak awal tahun hingga akhir Agustus lalu indeks masih mencatatkan kinerja yang kurang memuaskan. IHSG terkoreksi hingga 5,31% yang disebabkan tekanan internal dan eksternal.

Ditambah lagi dengan pelemahan rupiah yang sangat dalam belakangan ini akibat terseret oleh krisis mata uang di sejumlah emerging market membuat mata uang dalam negeri juga ikut tak berkutik dari dolar Amerika Serikat.

Sejalan dengan pelemahan indeks ini, reksa dana saham yang menjadikan gerak indeks sebagai benchmarknya juga ikut tak bertenaga. Berdasarkan data dari Infovesta kinerja reksa dana saham yang tercermin dalam Infovesta Equity Fund Index tak jauh berbeda dari IHSG dengan penurunan rata-rata mencapai 5,22%. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading