Pasar Panik, Harga Emas Antam Naik

Investment - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
31 August 2018 16:27
Pasar Panik, Harga Emas Antam Naik
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas logam mulia yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), yang dijual untuk ritel, naik seiring dengan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah.

Berdasarkan harga emas di gerai Jakarta Antam di situs www.logammulia.com siang ini (31/8/18), kenaikan terjadi pada emas batangan ukuran di bawah 10 gram, yaitu untuk kepingan 1 gram dan 5 gram dari harga kemarin.

Harga keduanya naik masing-masing 0,3% menjadi Rp 652.000 per batang dan Rp 3,08 juta per batang. Kenaikan harga terjadi ketika nilai tukar rupiah melemah di hadapan greenback, nama lain dolar AS.



Penguatan emas ukuran kecil itu mengindikasikan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel terjangkau ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri.

Saat ini, kondisi pasar keuangan dan investasi domestik masih diwarnai sentimen negatif karena adanya tekanan jual investor global untuk pasar saham, mata uang, dan obligasi pemerintah.

Pelaku ekspor impor juga sudah menunjukkan kepanikan karena sudah mulai memborong dolar AS di atas jumlah yang mereka perlukan dalam keseharian usahanya.

Harga obligasi masih terkoreksi sore ini ke posisi terendah sejak 2016, yang membuat tingkat imbal hasil (yield) tenor acuan 20 tahun melambung 7 basis poin (bps) menjadi 8,52% dari posisi kemarin.

Posisi rupiah di Rp 14.750/dolar AS juga masih berada di level tertinggi sepanjang masa sejak krisis keuangan 1998, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 60 poin (1%) menjadi 5.958.

Harga Emas Antam
ProdukGramHarga per Batang 31 Aug 18 (Rp)Harga per Batang 30 Aug 18 (Rp)Selisih
Emas Batangan1652,000650,0000.308%
Emas Batangan53,087,0003,077,0000.325%
Emas Batangan106,089,0006,089,0000.000%
Emas Batangan2515,096,50015,114,000-0.116%
Sumber: Logammulia.com


TIM RISET CNBC INDONESIA (irv/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading