Penasihat Investasi Bisa Garap Rp 15 T dari Dana Pensiun

Investment - Irvin Avriano A., CNBC Indonesia
14 August 2018 16:36
Penasihat Investasi Bisa Garap Rp 15 T dari Dana Pensiun
Jakarta, CNBC Indonesia - Profesi penasihat investasi dinilai memiliki potensi nilai industri Rp 15 triliun daridana pensiun lembaga keuangan (DPLK) berskala kecil.

"Kira-kira Rp 15 triliun yang kecil-kecil, dan mereka biasanya belum memahami cara berinvestasi," ujar Ketua Perkumpulan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (PDPLK) Abdul Rachman kepada pers hari ini (14/8/18).

DPLK adalah dana pensiun yang didirikan bank atau asuransi jiwa untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti dari perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri.


Abdul mengatakan karena memiliki keterbatasan tersebut, DPLK kecil dapat memanfaatkan jasa dari penasihat keuangan untuk menjadi acuan investasi serta perencanaan yang lebih matang dibandingkan dengan sebelumnya.

"Masih ada DPLK kecil yang belum punya tim khusus investasi, sehingga perlu bantuan pihak lain. Misalnya untuk uji tuntas [due diligence]."

Selain ketidakmampuan tersebut, dana pensiun juga memerlukan profesi penasihat investasi jika ingin berinvestasi di instrumen reksa dana penyertaan terbatas (RDPT), surat utang jangka menengah (MTN), dan pada kontrak jual efek dengan janji beli kembali (repo).

Syarat memiliki panduan dari penasihat investasi itu juga perlu ditambah syarat jumlah investasi minimal Rp 200 miliar, tingkat risiko sedang rendah oleh OJK, dan memiliki manajemen risiko yang memadai.

Pada saat bersamaan, PT Jagartha Penasihat Investasi (Jagartha Advisors) menargetkan UKM dan dana pensiun sebagai target pertama bisnis perusahaan, setelah peresmian peluncuran jasa konsultan investasinya hari ini.

"Kami menilai saat ini masih perlu sosialisasi dan edukasi dulu, dan kami belum ada target khusus dalam nilai [hingga akhir tahun]," ujar Ari Adil, salah satu pendiri Jagartha Advisors.

Saat ini, lanjutnya, ada sekitar 18 penasihat investasi, enam terdiri dari penasihat investasi individu dan sisanya 12 perusahaan. Dari 12 perusahaan itu, ada beberapa perusahaan yang terkait dengan manajer investasi dan grup keuangan lain sehingga dikhawatirkan kurang independen.

Sehingga, Ari menyatakan Jagartha dan beberapa penasihat investasi lainnya memiliki keunggulan sebagai penasihat yang independen sehingga memiliki fleksibilitas dibandingkan dengan penasihat investasi lain yang memiliki afiliasi dengan pembuat produk investasi di pasar modal.

Ke depannya, perusahaan segera meluncurkan metode edukasi dan nasihat investasi kepada nasabah individu dengan memanfaatkan aplikasi teknologi. Bisnis perseroan akan membebankan biaya kepada nasabah tidak berdasarkan komisi, tetapi dapat didasari oleh jumlah konsultasi maupun saran dari nasabah melalui perjanjian.

Daftar Penasihat Investasi
1Aminullah
2Avrist Asset Management, PT
3Bina Investama Infonet, PT
4Darmin
5Handi Putranto Wilamarta
6HB Capital Indonesia, PT
7Penasehat Investasi Indonesia, PT
8Priskilla Lusina
9Ashmore Asset Management Indonesia, PT
10BNI Asset Management, PT
11BNP Paribas Investment Partners, PT
12Heritage Amanah International, PT
13Insight Investments Management, PT
14Jagartha Penasihat Investasi, PT
15Pinnacle Persada Investama, PT
16Xdana Investa Indonesia, PT
17Teguh Budiman
18Tjan Sie Tek

Sumber: Otoritas Jasa Keuangan

TIM RISET CNBC INDONESIA (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading