Asuransi Unik di Indonesia, dari Hole in One sampai Hewan

Investment - gita rossiana, CNBC Indonesia
22 January 2018 12:14
Berbicara mengenai produk asuransi, mungkin hanya beberapa produk yang banyak dikenal di masyarakat.
Jakarta, CNBC Indonesia - Berbicara mengenai produk asuransi, mungkin hanya beberapa produk yang banyak dikenal di masyarakat. Produk-produk seperti asuransi kendaraan bermotor, asuransi properti, asuransi kesehatan, dan asuransi unit link merupakan produk-produk yang lazim terdengar.
 
Namun demikian, ada produk-produk lain yang juga dijual oleh perusahaan asuransi, meskipun sedikit aneh kedengarannya. Hadirnya produk ini seiring dengan perubahan kebutuhan masyarakat.
 
Direktur Utama PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) Julian Noor mengungkapkan, perusahaan asuransi sudah seharusnya mengembangkan produk asuransi yang unik dan kekinian.
 
“Harus ada produk inovatif karena itu penting untuk menarik masyarakat,” ujar Julian kepada CNBC Indonesia melalui sambungan telepon belum lama ini.
 
Berikut beberapa jenis asuransi unik yang ada di Indonesia :
 
  • Asuransi Seluler
Produk asuransi ini dijual di beberapa perusahaan asuransi umum. Julian mengungkapkan, di Adira Insurance, bentuk asuransi ini berupa penggantian terhadap telepon seluler nasabah yang rusak. Besaran preminya cukup terjangkau yakni mencapai Rp 50.000-100.000 tergantung jenis dan harga telepon seluler.

Namun demikian, ada kondisi yang harus dipenuhi nasabah sebelum bisa mendapatkan penggantian asuransi tersebut.

”Telepon seluler yang rusak bisa diganti dengan yang baru apabila biaya perbaikannya mencapai minimal 75% dari harga telepon seluler,” ujar Julian.


Apabila tidak memenuhi ketentuan, maka nasabah harus merogoh kocek sendiri untuk memperbaiki telepon selulernya yang rusak.
 
  • Asuransi Hole in One
Masih dari perusahaan yang sama sama, Adira Insurance memiliki asuransi lain yang cukup unik, yakni hole in one. Dari segi jenis produknya memang cukup menarik, namun sayangnya asuransi tersebut kurang berkembang di Adira Insurance.

Julian menjelaskan, prosedur pembelian asuransi tersebut cenderung cukup sederhana. Penyelenggara turnamen golf tinggal membayar premi sebesar 2,5% dari total  harga hole in one yang akan diberikan kepada pemenang. “Setiap turnamen kan ada hadiah untuk pemenang hole in one, kalau ada yang berhasil hole in one, hadiahnya diambil dari pertanggungan asuransi,” papar dia.

Kendati demikian, tidak semua klaim hole in one dipenuhi oleh Adira Insurance. Hal ini tergantung dari jarak bola dan kemampuan pemain golf. ”Kalau sudah profesional, kami biasanya menolak untuk memberikan asuransi,” ucap dia.

  • Asuransi Hewan Peliharaan
Salah satu perusahaan asuransi yang memiliki produk asuransi hewan peliharaan adalah Simasnet. Direktur Utama PT. Asuransi Simas Net Teguh Aria Djana mengungkapkan, produk Simasnet Pet Insurance menjamin kematian hewan peliharaan akibat kecelakaan, pencurian, dan tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga.

Dalam peluncuran Simasnet Pet Insurance, Simasnet bekerjasama dengan Pets.id untuk dapat memasarkan produk ini kepada seluruh pecinta binatang secara online. Adapun premi dari produk tersebut berkisar Rp 190.000-225.000 per tahun. Dari premi tersebut, perseroan menargetkan premi sebesar Rp 1 miliar pada tahun pertama.
 
  • Asuransi Budidaya Udang
Plt. Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Ichsanudin mengungkapkan, asuransi budidaya udang merupakan produk asuransi program pemerintah. Asuransi ini menjamin risiko kematian yang disebabkan oleh penyakit. Selain itu, asuransi ini juga menjamin kegagalan usaha akibat bencana alam sehingga menyebabkan sarana pembudidayaan rusak hingga lebih dari 50%.

Hingga 31 Desember 2017, sudah terkumpul premi Rp 1,45 miliar dari produk ini dengan target lahan 3.300 ha di 14 provinsi.

  • Asuransi Usaha Tani Padi
Sama seperti asuransi budidaya udang, asuransi ini juga termasuk asuransi program pemerintah. Menurut Ichsanuddin, produk ini menanggung risiko lahan sawah anggota Kelompok Tani (Poktan) dari risiko banjir, kekeringan dan organisme penganggu tanaman (OPT). Adapun besaran premi produk ini mencapai Rp 180 ribu per ha dan dibayar 80% oleh pemerintah dan 20% oleh petani.

Hingga Desember 2017, realisasi premi mencapai Rp 179,63 miliar. Sedangkan klaim yang sudah dibayar mencapai Rp 107,14 miliar.

  • Asuransi Usaha Ternak Sapi
Masih dari ranah asuransi program pemerintah, Asuransi usaha ternak sapi menjamin kematian ternak dari risiko penyakit, kecelakaan dan melahirkan. Selain itu, asuransi ini juga menjamin risiko dari kehilangan ternak karena pencurian.

Adapun besaran premi asuransi ini adalah Rp 200 ribu dengan Rp 160 ribu dibayar melalui subsidi dan sisanya oleh peternak. Hingga Desember 2017, premi yang terkumpul mencapai Rp 18,43 miliar dengan klaim yang dibayar mencapai Rp 9,99 miliar.
(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading