Pengusaha Akui Banyak Ponsel BM Dijual Lewat Toko Online

Fintech - Efrem Siregar, CNBC Indonesia
11 July 2019 11:08
Pengusaha Akui Banyak Ponsel BM Dijual Lewat Toko Online Foto: Dialog Ignasius Untung (CNBC Indonesia TV)
Jakarta, CNBC Indonesia - Jika tak ada halangan, pemerintah akan memberlakukan regulasi kontrol IMEI pada 17 Agustus 2019 nanti. Regulasi ini akan berdampak langsung pada ponsel black market (BM).

Ponsel black market banyak bertebaran di toko offline maupun e-commerce. Peminat ponsel BM tergolong tinggi karena harganya yang lebih murah ketimbang ponsel dari distributor resmi.


Ketua Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung mengakui bahwa selama ini banyak ponsel black market yang ditawarkan memanfaatkan platform e-commerce.


"Ada banyak. Tapi untuk persentase dan datanya, kita tidak punya," kata Ignatius kepada CNBC Indonesia, Rabu (10/7/2019).

Foto: infografis ponsel illegal (Edward ricardo)

Ia mengatakan mendukung penuh regulasi IMEI. Salah satu tujuan regulasi IMEI memang untuk membebaskan Indonesia dari barang ilegal.

Ignatius mengatakan ponsel black market juga bisa menjatuhkan reputasi platform e-commerce. "Marketplace kan harus menjaga reputasi. Ketika ada pedagang berjualan ponsel black market lalu dibeli konsumen yang ternyata tidak bisa dipakai, platform-nya ikut jelek," jekasnya.


Namun, Ignatius meminta ketika aturan IMEI diberlakukan, sosialisasi sebaiknya dilakukan maksimal. "Yang kita minta terkait regulasi IMEI adalah waktu sosialisasi. Tidak tiba-tiba diberlakukan, lalu kita menjadi kesulitan," katanya.

Simak video tentang rencana pemberantasan ponsel ilegal lewat aturan IMEI di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading