Ikuti BI, India Bakal Blokir 'Uang' Facebook Libra?

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
09 July 2019 12:04
Ikuti BI, India Bakal Blokir 'Uang' Facebook Libra?
Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana Facebook untuk menerbitkan mata uang digital (cryptocurrency) Libra tampaknya tak akan berjalan mulus. Pasalnya, beberapa negara sudah menyatakan penolakan terhadap Libra dan yang terbaru datang dari India.

Negara dengan ekonomi terbesar ketiga di Asia ini sedang mempertimbangkan untuk tidak memberikan izin peredaran Libra.


"Desain mata uang Facebook belum sepenuhnya dijelaskan," kata Sekretaris Urusan Ekonomi India Subhash Garg, Bloomberg News melaporkan dan dikutip CNBC Indonesia, Selasa (9/7/2019). "Tapi apa pun itu, itu akan menjadi cryptocurrency pribadi dan itu bukan sesuatu yang kita sukai."


India memang melarang peredaran cryptocurrency. Pemerintah India juga sedang menyusun Undang-Undang yang melarang penggunaan cryptocurrency. Facebook tidak segera menanggapi rencana pemerintah India tersebut.

Ikuti BI, India Bakal Blokir 'Uang' Facebook Libra?Foto: Doc. Facebook

Facebook berencana menerbitkan Libra pada semester I-2020. Uang digital ini diharapkan bisa mengurangi biaya transfer yang mahal yang harus ditanggung masyarakat selama ini. Facebook sedang menggodok dompet digital Calibra agar bisa menggunakan Libra.

Sumber Economic Times menyebutkan koin digital Libra tidak akan diedarkan di India. Alasannya pemerintah tidak memberikan izin menggunakan jaringan perbankan untuk transaksi uang digital Facebook.


Calibra juga tidak akan tersedia di pasar "di mana cryptocurrency dilarang atau Facebook dilarang beroperasi," ujar sumber tersebut. "Facebook belum mengajukan permohonan izin ke RBI (bank sentral India) untuk cryptocurrency Facebook di Indonesia."

Dalam rencananya, Libra akan dikelola lembaga nirlaba Libra Association yang dimiliki 28 lembaga termasuk Uber, Visa dan Mastercard. Libra juga memiliki aset dasar berupa deposito bank dan surat utang negara jangka pendek.



Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menyatakan mengambil sikap hati-hati terhadap Libra Facebook tetapi Deputi Gubernur BI Sugeng mengatakan saat ini mata uang resmi yang beredar di Indonesia adalah rupiah dan semua transaksi domestik harus menggunakan rupiah.

"[Libra Facebook]tentu kita akan kaji dan lihat dulu dari Undang-Undang Dasar, UU Bank Indonesia hingga UU Mata Uang," ujar Sugeng.

Simak sikap BI terhadap Facebook Libra di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading