Selamat Tinggal Diskon Tarif Ojek Online!

Fintech - Bernhart Farras , CNBC Indonesia
11 June 2019 - 08:38
Selamat Tinggal Diskon Tarif Ojek Online! Foto: Ilustrasi Grab bike (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan akan menerbitkan aturan baru yang khusus melarang praktik diskon tarif transportasi online seperti ojek online (ojol) dan taksi online.

Langkah ini dilakukan Kemenhub karena praktik diskon tarif ini dianggap merusak industri dan sebaiknya diskon disediakan oleh perusahaan lain, bukan aplikator itu sendiri dalam hal ini Gojek dan Grab, dua aplikator transportasi online di Indonesia.

"Kalau dari saya, sebetulnya diskon-diskon itu bukan aplikator Gojek atau Grab, dari fintech [financial technology] dari Ovo, Gopay itu entitas sendiri. Bukan dari Gojek, itu seperti apa. Tapi Pak Menteri [Menhub Budi Karya Sumadi] ]sampaikan minggu ini akan konsentrasi ke sana," kata Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub seperti dikutip dari detikcom, Senin (10/6/2019).

Budi memastikan aturan yang melarang diskon tarif transportasi online ini akan keluar pada akhir Juni, bersamaan dengan tarif baru ojek online.

"Paling 1-2 minggu ke depan. Akhir Juni sudah selesai," ujarnya.


Selamat tinggal diskon tarif ojol! Foto: Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi (CNBC Indonesia)

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pada dasarnya potongan harga alias diskon hanya memberikan keuntungan sesaat, tetapi untuk jangka waktu panjang menjadi saling membunuh untuk para pelaku industri.

"Itu yang kita ingin tidak terjadi," ujar Budi. "Tapi diskon yang langsung sudah relatif tidak ada. Yang Sekarang ini ada diskon yang tidak langsung yang diberikan oleh partner," jelasnya.

Atas dasar itu, Menhub mengatakan sedang merancang aturan yang akan melarang diskon di transportasi online.

"Oleh karenanya kita sedang merancang suatu permen atau surat edaran yang melarang diskon," ujarnya.

Walaupun peraturan baru belum benar-benar ditetapkan sejumlah warganet (netizen) sudah merasakan perubahan. Mereka mengeluhkan di Twitter soal hilangnya diskon pada salah satu aplikator Gojek sejak pekan lalu.

Biasanya pengguna Gojek akan mendapatkan diskon bila membayar menggunakan alat pembayaran Gopay. Kini diskon tersebut telah hilang. Salah satu yang mengeluhkannya adalah pemilik akun twitter @ridholiem. Dia mempertanyakan akankah pengguna menggunakan Gojek setelah tak ada lagi promo.


"Setelah promo #gojek berakhir akankah akan tetap memakai jasa layanannya? Baik gofood/goride? kalau untuk malas2an sepertinya enggak deh. Cm 1km aja bayar 10rb weleh," ujar akun @ridholiem.

Lainnya, akun Twitter @Richa16896183 juga menanyakan soal tidak tersedianya lagi promo potongan harga di Gojek.

"@gojekindonesia gopay goride ga ada promo pemotongan harga min?" cuit @Richa 16896183.

Manajemen Gojek pun memberikan tanggapan keluhan konsumen tersebut. Vice President Corporate Affairs Gojek Indonesia Michael Say mengatakan pada dasarnya tiap promo memiliki masa berlakunya masing-masing.

"Terkait Gopay, pada dasarnya tiap promo memiliki masa berlakunya masing-masing. Ini merupakan hal yang biasa karena promo sendiri merupakan salah satu strategi pemasaran," ujar Michael Say melalui surel kepada CNBC Indonesia.

"Dalam praktiknya, Gojek akan terus menghadirkan inovasi-inovasi baru dan menarik agar jutaan masyarakat Indonesia semakin dimudahkan dengan menjadi cashless society."

Bye-bye tarif mural ojol.
[Gambas:Video CNBC]




(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading