Terungkap, Alasan Rudiantara Batasi Akses ke WhatsApp Cs

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
27 May 2019 13:03
Terungkap, Alasan Rudiantara Batasi Akses ke WhatsApp Cs
Jakarta, CNBC Indonesia - Kebijakan pemerintah membatasi akses masyarakat ke media sosial dan layanan perpesanan pada 22-24 Mei 2019 sempat diprotes sebagian masyarakat. Namun, pemerintah menyatakan kebijakan ini perlu dilakukan demi keamanan negara.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan Pembatasan media sosial dan pesan instan beberapa hari lalu betul-betul sudah dipertimbangkan matang-matang oleh pemerintah. Tujuannya menangkal provokasi, hate speech, dan hoax sehingga tidak memancing emosi masyarakat pada situasi dan kondisi saat itu.


Rudiantara mengungkapkan dampak dari pembatasan tersebut juga ia rasakan. Dia menyebut tidak bisa membuka gambar atau video yang dikirimkan padanya.


"Pagi-pagi banyak orang ngirim video, 'Rud kok lu nggak jawab'. 'Saya nggak bisa (buka)', saya bilang. Saya pun harus menerima karena pada akhirnya saya adalah masyakarat biasa," ujarnya dalam wawancara dengan detik.com, seperti dikutip Senin (27/5/2019).

Rudiantara menambahkan meski medsos dan layanan perpesanan sempat dibatasi, bisnis masih bisa berjalan. 

"Betul mungkin ada yang berdampak, tapi secara mayoritas kalau kita lihat bisnis yang menggunakan aplikasi basisnya adalah internet tidak ada masalah, (toko) online masih bisa dibuka, detik.com juga masih bisa dibuka," jelasnya.

Informasi saja, sejak 22 Mei hingga 24 Mei 2019 ada enam aplikasi yang dibatasi aksesnya oleh pemerintah. Yakni: Facebook, Twitter, YouTube, LINE, Instagram dan WhatsApp. Pembatasan dilakukan pada fitur gambar dan video.

Simak video alasan pemerintah batasi akses masyarakat ke medsos dan layanan berbagi di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading