Perjalanan Panjang Bajay Di Jakarta Hingga Tergerus Zaman

Fintech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
23 May 2019 - 16:23
Perjalanan Panjang Bajay Di Jakarta Hingga Tergerus Zaman
Jakarta, CNBC Indonesia - Bajay sudah menghiasi Jakarta sejak tahun 1970-an. Sebenarnya berdasarkan undang-undang, kendaraan umum roda tiga ini disebut sebagai angkutan di kawasan tertentu.

"Bisa juga disebut sebagai Angkutan Lingkungan atau Angling. Nah Bajay kan salah satu merk. Ada pula TVS," kata Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Masdes Arouffy di Gedung Arsip Nasional, Jakarta Kamis (23/5/2019).

Moda angkutan yang sudah cukup tua ini memang familiar disebut dengan Bajay. Sayangnya, meski sudah puluhan tahun mengaspal di jalanan Jakarta, populasi Bajay tak lantas bertambah. Tercatat jumlahnya terus menurun.


"Tahun lalu populasinya 14 ribuan. Seiring dengan adanya transportasi online memberikan dampak. Terakhir data menyebut ada sekitar 10 ribuan," jelasnya.


Bahkan menurutnya, angka terakhir menunjukkan populasi bajay yang semakin menurun. Per hari ini berdasarkan data yang diperolehnya, jumlah bajay yang terdaftar dan sesuai perijinan hanya 7 ribuan saja. Disinyalir, banyak bajay yang belum mengurus perijinan, menjadikan alasan populasinya menurun, selain memang terdesak oleh angkutan umum berbasis online.

"Pada kesempatan ini, kami imbau pertama kepada operator juga tentu didampingi Organda mohon tingkatkan kesadaran dan tingkatkan perijinannya. Sisanya 3 ribu lagi belum daftar ulang," jelasnya. Padahal menurutnya, secara peruntukan, bajay punya hak yang sama dengan kendaraan umum lainnya, bisa terus berkembang di DKI Jakarta.

Untuk itu, pemerintah mendukung dan mengapresiasi langkah Grab dalam meluncurkan GrabBajay. Layanan ini diharapkan bisa terus mempertahankan keberadaan bajay di Jakarta.

Sementara itu, Ade yang merupakan salah satu mitra pengemudi GrabBajay berharap masyarakat yang menggunakan bajay semakin banyak seiring dengan diluncurkannya aplikasi ini. Setidaknya sudah enam bulan yang lalu Ade menggunakan aplikasi ini di mana wilayah operasionalnya adalah sekitaran Lokasari.

"Dengan adanya GrabBajay ada keuntungan dobel karena bisa dapat penumpang biasa dan bisa dapat juga penumpang yang menggunakan GrabBajay," jelasnya.
Perjalanan Panjang Bajay Di Jakarta Hingga Tergerus ZamanFoto: Peluncuruan Grabbajay (CNBC Indonesia/Yuni Astutik)
Soal tarif menurutnya tak berbeda jauh. Jika tak menggunakan aplikasi Grab, ongkos untuk jarak tempuh kawasan Lokasari ke Karanganyar Jakarta Pusat sebesar Rp15 ribu tanpa aplikasi. Dengan aplikasi, ongkosnya berbeda sekitar Rp 10 ribu.

"Tapi biasanya saya dibayar Rp 15 ribu juga. Jadi sama saja," katanya.


Sehari-hari, dirinya bisa mengangkut hingga 5 orang penumpang. Harapannya, dengan diluncurkannya aplikasi GrabBajay, jumlah penumpang bisa lebih banyak lagi. Grab sendiri memberikan fasilitas pelatihan kepada mitra GrabBajay yang ingin bergabung. Selain itu, bajay yang bergabung dipastikan harus yang menggunakan bahan bakar gas ramah lingkungan.

"Iya, ada trainning, bagaimana cara menggunakan aplikasi dan diajarkan bagaimana menyapa pelanggan," tutupnya.

(dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading