Dekati Saudi Aramco, Pria Terkaya Asia Ini Mau Saingi Amazon

Fintech - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
23 May 2019 14:03
Dekati Saudi Aramco, Pria Terkaya Asia Ini Mau Saingi Amazon
Jakarta, CNBC Indonesia - Pria terkaya di Asia, Mukesh Ambani, berencana menyaingi raksasa e-commerce Amazon yang didirikan Jeff Bezos, orang terkaya di dunia.

Ambani yang merupakan CEO Reliance Industries, sedikit lagi meluncurkan platform e-commerce sendiri untuk bersaing dengan Amazon dan Flipkart milik Walmart di India. Platform-nya akan dinamai Reliance Retail, menurut orang-orang yang mengetahui hal itu.

Melansir CNBC International, Kamis (23/5/2019), Reliance adalah salah satu perusahaan paling kuat di India di tengah maraknya perkembangan ritel di seluruh India, sebuah pasar yang didominasi oleh toko-toko kecil atau minimarket (bodega atau kirana).


Ambani ingin menciptakan pasar online yang mirip dengan Alibaba, yang akan memungkinkan pedagang offline dan pedagang di toko kecil menjual barang-barang mereka secara online kepada konsumen India, kata sumber tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena marketplace itu masih dalam proses.

Gaet Saudi Aramco, Pria Terkaya Asia Ini Mau Saingi AmazonFoto: Mukesh Ambani (C), Ketua Reliance Industries Mukesh Ambani, terlihat saat upacara pernikahan putrinya Isha Ambani di Mumbai, India, 12 Desember 2018. REUTERS / Francis Mascarenhas

Saat ini ada 500 juta pengguna internet dan e-commerce di India dan jumlahnya tumbuh 30% setahun. Hal itu, menurut Morgan Stanley akan menjadikan ritel online di India sebagai peluang bisnis bernilai US$200 miliar pada tahun 2027.

Reliance juga memainkan peran penting dalam memungkinkan lebih banyak orang India untuk mengakses internet. Marketplace itu memiliki unit bisnis broadband seluler, Reliance Jio, yang mensubsidi biaya broadband internet.

"Reliance Jio memperkenalkan broadband seluler dengan biaya yang hampir gratis beberapa tahun yang lalu dan itu benar-benar menciptakan lingkungan di mana setiap orang mulai kecanduan menggunakan internet saat bepergian," kata Dinesh Moorjani dari Comcast Ventures kepada CNBC pada bulan April.


Di Mumbai, semua orang mulai dari pengemudi rikshawalas (sejenis bajai) hingga eksekutif perusahaan menggunakan Jio. Berdasarkan hal itu, analis mengatakan jika Perdana Menteri Modi tetap menjabat, maka ia dapat menciptakan aturan yang menguntungkan untuk Reliance.

Awal tahun ini, pemerintah India mengeluarkan aturan e-commerce baru yang mengincar pemain asing seperti Amazon dan Walmart (yang mengakuisisi Flipkart sekitar US$16 miliar tahun lalu). Aturan itu mempersulit ekspansi mereka ke India.

Kedua perusahaan Amerika Serikat (AS) itu telah menghabiskan miliaran untuk menguasai pasar India, dan Amazon memiliki lebih banyak lowongan pekerjaan di India daripada di negara lain mana pun di luar AS.

"Dalam sembilan bulan terakhir, kami telah melihat perubahan signifikan ke arah kebijakan yang lebih proteksionis, lokalisasi data, dan perlakuan istimewa terhadap perusahaan domestik," kata Nisha Biswal, presiden Dewan Bisnis AS-India (USIBC) di Kamar Dagang AS, dalam sebuah wawancara dengan CNBC. "Ini adalah tren yang mengkhawatirkan yang kami harap akan berbalik arah di masa depan."

Gaet Saudi Aramco, Pria Terkaya Asia Ini Mau Saingi AmazonFoto: Amazon (REUTERS/ Abhishek N. Chinnappa)

Perubahan peraturan baru-baru ini telah menimbulkan tantangan bagi Amazon.

"Amazon telah diperhitungkan akan menjadi salah satu pemain e-commerce terbesar di India dan saat ini menghadapi risiko regulasi," kata Mark Mahaney, direktur pelaksana di RBC Capital Markets.

"Pertanyaan untuk Amazon adalah apakah perubahan regulasi di India dapat berdampak pada jalur pertumbuhan jangka pendek hingga menengah perusahaan. Kami percaya bahwa panduan pendapatan Q1 2019 Amazon yang lebih rendah dari yang diperkirakan sebagian disebabkan karena hambatan peraturan di pasar ini," tambahnya.

Saat ekspansi bisnis di China hampir mustahil dilakukan bagi sejumlah perusahaan teknologi, maka India adalah tempat yang mereka harap dapat memberi keuntungan besar.

"Amazon telah mencoba memasuki China tetapi dihalangi oleh Alibaba," kata Gene Munster dari Loup Ventures. "Peluang yang lebih besar adalah India."

Tetapi e-commerce bukanlah pasar yang mudah dinavigasi, bahkan untuk pemain domestik.

Meski semakin banyak orang India di kota-kota besar seperti New Delhi dan Mumbai membeli barang secara online, para analis mengatakan tantangan dan peluang adalah membuat pengguna di kota-kota tingkat kedua dan ketiga agar mau mencoba e-commerce.



Reliance berharap untuk masuk ke 10.415 toko ritelnya di 6.600 kota dan memanfaatkan 307 juta pelanggan Jio untuk meningkatkan pelanggan.

Namun, sumber itu juga mengatakan upaya ekspansi Reliance ke dalam e-commerce tidak akan murah.

Perusahaan saat ini sedang mencari cara untuk meningkatkan modal eksternal dan sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan minyak Saudi Aramco tentang kemungkinan menjual saham di bisnis minyak dan kilangnya.


Saksikan video deretan orang terkaya dunia berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading