Ditinggal Android Google, Bagaimana Nasib Pengguna Huawei?

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
20 May 2019 16:17
Ditinggal Android Google, Bagaimana Nasib Pengguna Huawei?
Jakarta, CNBC Indonesia - Google memutuskan untuk menangguhkan bisnis kerja sama dengan Huawei terkait dengan transfer hardware, software, dan layanan teknis. Hal ini sebagai bentuk respons dari deklarasi darurat nasional bidang teknologi yang diumumkan Presiden Donald Trump.

Tetapi Huawei masih bisa menggunakan lisensi open source milik Google bernama Android Open Source Project (AOSP), ujar sumber yang mengetahui hal ini kepada Reuters, dan dikutip dari CNBC International, Senin (20/5/2019).



Layanan open source Google memang sudah banyak digunakan produsen smartphone. Contohnya, Xioami Corps yang mengembangkan operasi mobile android open source yang diberi nama MIUI. Para produsen ini memodifikasi Android kemudian menggunakannya untuk smartohone yang digunakan. Android hasil modifikasi ini jamak disebut Custom ROM.


Namun, dengan penangguhan kerja sama ini, Huawei tidak akan dapat melakukan kolaborasi dan melibatkan aplikasi dan layanan eksklusif dari Google seperti Gmail, YouTube, dan browser Chrome.

Ditinggal Android Google, Bagaimana Nasib Pengguna Huawei?Foto: Huawei (REUTERS/Tyrone Siu)

Meski memutus kerja sama, pemegang smartphone Huawei saat ini masih mendapatkan pembaruan dari aplikasi Google. "Kami mematuhi perintah dan meninjau implikasinya," kata juru bicara Google.

"Untuk pengguna layanan kami, Google Play dan Google Protect akan terus berfungsi pada perangkat Huawei yang ada."



Penangguhan ini dapat membuat bisnis ponsel Huawei di luar China pincang karena raksasa teknologi itu akan segera kehilangan akses ke pembaruan sistem operasi Google Android. Versi masa depan dari smartphone Huawei yang berjalan pada Android juga akan kehilangan akses ke layanan populer termasuk Google Play Store dan aplikasi Gmail dan YouTube.

"Huawei hanya akan dapat menggunakan Android versi publik dan tidak akan bisa mendapatkan akses ke aplikasi dan layanan eksklusif dari Google," kata sumber itu.



Presiden Donald Trump pada hari Kamis lalu menambahkan Huawei Technologies ke daftar hitam perdagangan, yang membuat perusahaan sulit membeli produk dan komponen buatan perusahaan teknologi AS. Huawei butuh lisensi dari pemerintah untuk bisa berbisnis dengan perusahaan AS.

Vice President Research CCS Insights Geoff Blaber mengatakan penangguhan kerja sama dengan Google bisa membuat bisnis Huawei terpukul di pasar Eropa karena ponsel yang digunakan di benua biru ini harus menggunakan lisensi dari Google.



"Memiliki aplikasi tersebut sangat penting bagi pembuat smartphone agar tetap kompetitif di kawasan seperti Eropa," kata Geoff Blaber.


Simak video soal Huawei di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC]


(roy/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading