Grab Mulai Uji Coba Layanan Booking Hotel di Indonesia

Fintech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
17 May 2019 14:09
Grab Mulai Uji Coba Layanan Booking Hotel di Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia- Setelah diluncurkan di Singapura, Vietnam dan Filipina, pengguna Grab di Indonesia sudah bisa memesan hotel di aplikasi. Hal ini merupakan implementasi dari kerja sama dengan Booking Group (Booking.com dan Agoda.com).

Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan sejak awal Mei, pihaknya telah memulai staging layanan Agoda. Artinya, reservasi hotel dan resort Agoda melalui Grab sudah bisa dilakukan oleh sebagian pengguna.

Proses ini dilakukan sebagai percobaan, dan melihat bagaimana animo pengguna aplikasi Grab terhadap layanan baru ini. Melalui Grab, pengguna bisa melakukan reservasi dan mendapatkan penawaran terbaik untuk 2 juta hotel.


"Kita sudah mulai berjalan, itu untuk hotel, kita juga sudah targetkan untuk dijalankan di Indonesia dan sudah ke beberapa ke konsumen," kata Ridzki belum lama ini.

Ridzki mengatakan kolaborasi memang menjadi poin penting Grab dalam melakukan kerjasama. Dengan berkolaborasi dalam meluncurkan program maka bisa terjadi sinergi teknologi.

Sebelumnya Grab juga bekerja sama dengan Booking Holdings dengan investasi senilai US$ 200 juta di Grab. Booking Holdings merupakan pengendali dari beberapa situs pemesanan perjalanan paling populer di dunia termasuk Booking.com, Agoda.com, KAYAK dan Priceline.com. Keempat aplikasi ini sudah menawarkan layanannya ke Indonesia.


Grab baru saja masuk dalam ke dalam jajaran 50 perusahaan yang mendisrupsi atau 'mengganggu' pasar untuk tahun ketujuh di 2019 ini. Peringkat ini diberikan oleh CNBC Internasional. 

Dalam daftar tersebut, Grab merupakan startup satu-satunya asal Asia Tenggara dalam deretan 10 besar, bersanding dengan startup raksasa lain dari Amerika Serikat dan China.

Grab didirikan oleh teman sekelas dari Harvard Business School, Anthony Tan dan Tan Hooi Ling. Perusahaan yang berbasis di Singapura yang berkembang pesat di seluruh Asia Tenggara ini telah berubah menjadi platform seluler terkemuka yang menawarkan segalanya, mulai dari transportasi dan layanan keuangan hingga belanja kebutuhan sehari-hari.

Pada November, startup ini memperkenalkan GrabWheels, bisnis skuter on-demand, setelah mengakuisisi bisnis Uber di Asia Tenggara pada Maret 2018. Kesepakatan itu mengintegrasikan bisnis ride-hailing dan pengiriman makanan di Asia Tenggara ke dalam platform Grab, yang mencakup operasi di Kamboja, Indonesia, Malaysia, dan Thailand.


Platfrom tersebut juga menyajikan Grab Financial yang menawarkan beragam produk, termasuk layanan pembayaran digital, GrabPay. Pada Oktober perusahaan bermitra dengan MasterCard untuk mengeluarkan kartu prabayar bagi yang tidak memiliki rekening bank.

Dalam rentang lima bulan tahun lalu, total volume pembayaran Grab Financial meningkat lebih dari dua kali lipat sehingga menjadikannya platform pembayaran mobile terkemuka di Asia Tenggara. Saat ini Grab memiliki lebih dari 9 juta pengusaha mikro di platformnya dan aplikasi ini telah diunduh lebih dari 144 juta kali.

Grab sejauh ini telah mengumpulkan US$ 10 miliar lebih dari para investor, termasuk US$ 1,5 miliar pada Maret dari Vision Fund milik SoftBank.

Saksikan video Alasan Grab Jadi Super App

[Gambas:Video CNBC]
(dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading