Anterin Sampai Tron, ini Startup Penantang Gojek & Grab di RI

Fintech - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
15 May 2019 12:51
Asia Trans

Asia Trans

Pendiri dan CEO Asia Trans (PT. ASIA TRANS TEKNOLOGI) Suhartoni Yonathan Salusu meluncurkan aplikasi Asia Trans pada Oktober 2018 dengan modal Rp 10 miliar tanpa bantuan venture capital. Layanan dan model bisnis aplikasi ini sangat mirip dengan apa yang ditawarkan Gojek dan Grab. Dari cara pengguna untuk memesan layanan hingga skema kerjasama yang memotong komisi dari driver sebesar 15%.

Saat ini, perusahaan sudah menyediakan layanan pengantaran menggunakan motor, mobil, box, pickup, food, dan news yang bekerjasama dengan Suara.com. Namun Suhaartoni mengatakan aplikasinya akan segera menyediakan fitur send, store, clean, mechanic, salon, barber, tiket sampai care.


Hingga saat ini Suhartoni mengklaim aplikasinya telah memiliki 185.000 mitra yang tersebar di seluruh kota dan kabupaten Indonesia dengan komposisi 70% motor 20% mobil dan 10 pickup&box. Perihal pengguna Ia mengakut telah memiliki sekitar 100.000 pengguna dengan rata-rata 1.000 pemenuhan layanan per hari.


"Kita sudah ada bahkan sampai NTT (Nusa Tenggara Timur). Targetnya akhir 2019, sudah ada 800.000 driver," kata Suhartoni kepada CNBC Indonesia, Rabu (15/5/2019). "Paling banyak di pakai di Kalimantan karena adminnya semangat," ujarnya.

Suhartoni menjelaskan bahwa "kami tidak menggunakan server cloud dan memiliki servernya sendiri yang ditempatkan di tempat yang sama dengan Gojek". Ia juga mengaku telah menerapkan big data dan firewall untuk mempercanggih teknologi di perusahaannya.



(roy/roy)
4 dari 4 Halaman
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading