Ini Alasan Bank Buka Layanan Pembukaan Rekening Online

Fintech - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
16 April 2019 18:51
Ini Alasan Bank Buka Layanan Pembukaan Rekening Online Foto: BCA luncurkan Pembukaan Rekening Online (CNBC Indonesia/Yanurisa Ananta)
Jakarta, CNBC Indonesia - Mengikuti perkembangan zaman serba digital, umumnya menjadi alasan bank-bank membuka layanan pembukaan rekening daring (online).

Namun, membuat fitur pembukaan rekening online juga menjadi salah satu strategi bank meningkatkan komposisi dana murah (CASA/current account savings account). Bank-bank mulai menyadari bahwa komposisi transaksi nasabah lebih dari 90% dilakukan secara digital alias di luar kantor cabang.

Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Santoso membeberkan pembuatan fitur pembukaan rekening online dibutuhkan untuk mengimbangi jumlah nasabah yang bertambah. Dengan bertambahnya nasabah, bank tentu harus membuka kantor cabang baru. Biaya yang dibutuhkan untuk membuka kantor cabang lebih tinggi ketimbang membuat fitur pembukaan rekening secara online. Ditambah lagi akan ada penambahan pegawai di kantor cabang tersebut.


"Kalau cost base-nya bertambah sekian, berapa banyak cabang yang harus dibikin? berapa orang yang harus ditambah? Kapanpun dia [nasabah] bisa lakukan [transaksi] banking, kita bisa sediakan tepat waktu dengan investasi yang jauh lebih ringan tapi efisiensinya lebih tinggi," kata Santoso saat peluncuran Pembukaan Rekening Online BCA di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ini Alasan Bank Buka Layanan Pembukaan Rekening OnlineFoto: BCA luncurkan Pembukaan Rekening Online (CNBC Indonesia/Yanurisa Ananta)

Santoso melanjutkan nasabah BCA saat ini banyak yang melakukan transaksi secara digital. Persentase nasabah yang melakukan transaksi melalui kantor cabang mengalami penurunan selama dua tahun terakhir. Di tahun 2017, transaksi melalui cabang berkontribusi 3% dari total transaksi. Persentase tersebut merosot menjadi hanya 2,4% pada tahun 2018. Artinya, kata Santoso, ada kecenderungan kostumer mencari kepraktisan.

"Arahnya bagaimana kita menambah channel cabang untuk tambahan costumer atau rekening baru," ujarnya.

Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiaatmadja menambahkan pembukaan rekening online ini digagas untuk mempersiapkan ketentuan Bank Indonesia (BI) yang mengharuskan seluruh ATM harus berbasis chip, tidak lagi berbasis magnetic stripe di tahun 2021. Data terakhir Bank BCA, kata Jahja, menyebut dari 18 juta kartu ATM BCA yang ada baru 8 juta nasabah yang mengubahnya menjadi berbasis chip.

"Bayangkan kalau [nasabah] berbondong-bondong mau tukar sehingga akan mengalami kesibukan. Kita mengantisipasi hal itu," kata Jahja.

Ini Alasan Bank Buka Layanan Pembukaan Rekening OnlineFoto: ist

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) juga mulai melirik lini bisnis pembukaan rekening baru melalui aplikasi Go Mobile. Direktur Utama Bank CIMB Niaga Tigor Siahaan mengatakan fitur ini dipastikan akan mampu meningkatkan komposisi dana murah (current account savings account/CASA) Bank CIMB Niaga tahun ini. Maklum, Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 4 ini fokus meningkatkan CASA tahun ini menjadi di atas 55% dari level saat ini 53%-54%.

"Buka akun rekening untuk nasabah eksisting itu sudah bisa di Bank CIMB Niaga, tapi untuk nasabah baru itu belum bisa. Dalam 1-2 minggu ini kami akan luncurkan. Ini juga untuk menolong penetrasi inklusi keuangan juga," ungkap Tigor.
 
PT Bank DBS Indonesia juga memiliki fitur pembukaan rekening online melalui aplikasi Digibank by DBS. Executive Director Head of Group Strategic Marketing Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika mengatakan pembukaan rekening melalui aplikasi guna mengikuti perkembangan zaman. Hal ini terlihat dari persentase aktivitas transfer melalui aplikasi sebesar 58%.

"Setiap harinya terdapat sekitar 1.000 pembukaan rekening baru. Hal ini menandakan penerimaan masyarakat terhadap digibank by DBS cukup positif dan kami melihat pertumbuhan pengguna digibank by DBS sangat baik," kata Mona dalam keterangan tertulis.

Sejak peluncurannya di Agustus 2017 lalu, ada sekitar 600.000 rekening baru yang dibuka melalui aplikasi Digibank. Setiap nasabah perlu mengunduh aplikasi digibank by DBS untuk dapat membuka rekening. Bank DBS Indonesia menargetkan ada 3,5 juta pengguna aplikasi dalam jangka waktu lima tahun.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading