Ekspansif, Induk Finmas Cari Pendanaan di Atas Rp 1,47 T

Fintech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
16 April 2019 17:44
Ekspansif, Induk Finmas Cari Pendanaan di Atas Rp 1,47 T Foto: Peluncuran Finmas (CNBC Indonesia/Yanurisa Ananta)
Jakarta, CNBC Indonesia - Oriente, induk dari fintech peer to peer lending (P2P) Finmas, sedang menjajaki pendanaan seri B dengan target selesai pada semester 1-2019. Meski belum menyebutkan target pendanaan, namun diyakini nilainya melebihi pendanaan seri A yang mencapai US$ 105 juta atau Rp 1,47 triliun (Kurs Rp 14.000).

Peter Lydian, CEO Finmas, unit usaha Oriente di Indonesia mengatakan pendanaan tersebut diperkirakan bisa direalisasikan segera. Oriente merupakan perusahaan fintech yang dibesut oleh salah satu pendiri dari Skype Geoffrey Prentice.


"Kami sedang mendorong investasi seri B, mudah-mudahan bisa tahun ini. Fundraising-nya yang melaksanakan dari Oriente, induk kami," kata Peter kepada CNBC Indonesia Kamis (11/04/2019).


Oriente menggenggam 85% kepemilikan di Finmas, sementara 15% dimiliki oleh Sinar Mas Digital Venture (SMDV). Selain di Indonesia Oriente juga beroperasi di Filipina dan Vietnam. Pendanaan seri B akan mendukung ekspansi bisnis seluruh unit Oriente, termasuk di Indonesia.

Meski demikian, Peter belum bisa merinci berapa besaran pendanaan yang akan didapatkan oleh Finmas. Menurutnya, jika pendanaan seri A bisa sebesar US$ 105 juta, maka seri B pun harusnya juga besar. Peter memastikan pendanaan tersebut besarannya akan sesuai dengan kebutuhan Finmas.

Peter mengklaim Finmas menerima pendanaan Seri A terbesar di dunia untuk startup dengan nilai tersebut. "Saya tidak tahu apa yang akan terjadi seri B, harusnya gede juga. Tapi kalau besa-besar buat apa? Kita butuhnya berapa," kata Peter.

Ekpansif, Induk Finmas Cari Pendanaan di Atas Rp 1,47 TFoto: Finmas (Ist Finmas.com)

Siap Merilis Dua Produk Baru

Finmas bersiap meluncurkan dua produk baru yakni Finshop pada Mei 2019. Ini merupakan pinjaman konsumer untuk membeli barang pada merchant yang telah bermitra dengan Finmas, seperti Lotte Mart, Ramayana, dan lainnya.

Produk ini nantinya bisa menyatukan antara platform online dengan platform offline. Dengan begitu, menurut Peter, bisa mencakup pasar dari menengah ke atas hingga menengah ke bawah.

"Ide kami bagaimana membawa ekosistem offline jadi online dan melihat kebutuhan sehari-hari manusia," kata Peter.

Selain itu, produk kedua yang akan diujicoba adalah pembiayaan modal kerja. kami lagi uji coba masalah pilot project untuk modal kerja.

Dengan begitu, Finmas bisa merangkul baik di sektor konsumsi atau produksi, individual ataupun korporasi.

"Kami komplit, yang membedakan kita rata-raya fintech hanya main menengah ke atas, untuk kami kita lihat orang menengah bawah banyak di offline, kita membangun offline dan online," kata dia

Meskipun memiliki izin sebagai P2P lending yang saat ini fokus pada pembiayaan konsumer. Pada tahun lalu, Sinar Mas melalui SMDV masih memiliki saham mayoritas serta mengendalikan Finmas. Namun pada Januari, pengendali dan pemilik saham mayoritas Finmas berpindah ke Oriente seiring suntikan modal baru.

Saksikan Video Menuju Era "Data is New Currency"
[Gambas:Video CNBC]



(dob/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading