Apakah Gamer Sudah Jadi Profesi di RI?

Fintech - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
16 April 2019 16:16
Apakah Gamer Sudah Jadi Profesi di RI?
Jakarta, CNBC Indonesia - Di era industri 4.0 banyak profesi baru yang telah tumbuh yang tidak harus ditempuh lewat jalur pendidikan resmi. Saat ini generasi milenial menyukai profesi yang tadinya seringkali hanya di anggap sebuah hobi atau juga tidak bisa dijadikan pekerjaan tetap.

"Profesi gamer profesional di mulai 2-3 tahun lalu, mulai ada beberapa pihak yang serius mempekerjakan gamer sebagai pekerja dengan kontrak gaji bulanan, bonus, dan target," ujar Ketua Harian Asosiasi Game Indonesia Jan Faris Majd kepada CNBC Indonesia, Selasa (16/4/2019).

Ia menjelaskan, peningkatan signifikan ini terjadi karena Indonesia sudah mulai mencontoh kegiatan yang dilakukan industri game di dunia yang tengah mengadakan e-sports turnamen secara besar-besaran.


"Dari situ mereka terinspirasi melakukan hal yang sama, dan ternyata memang responnya positif," tambahnya.


Selain profesional gamer ada juga yang termasuk di game streamer. Ia mengatakan banyak gamer profesional yang pensiun dan menjadi streamer karena pundi-pundi keuntungan bisa jauh lebih tinggi dibanding menjadi gamer profesional.

Memang, terlihat ada perbedaan dari cara mendapatkan uang. Di mana gamer profesional di bayar per bulan dengan cara di gaji dan jika memenangkan turnamen uang hadiahnya dibagi antara perusahaan dan gamer profesional. Sedangkan streamer mendapatkan uang dari kombinasi jumlah pengikut, jumlah penayangan, iklan serta sponsor.

Munculnya profesi ini juga bisa terjadi karena pangsa pasar dan pendapatan yang mendukung. Riset dan analitik dari Newzoo melaporkan industri game di Asia-Pasifik memiliki pendapatan sebesar US$71,4 miliar pada tahun 2018. Dengan pasar seperti India dan Indonesia, Asia-Pasifik adalah rumah bagi pasar game dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

"Peningkatan ini didorong adopsi smartphone, infrastruktur internet yang lebih baik, dan game mobile yang kompetitif dan impresif, pasar ini telah mendorong kawasan ini untuk menangkap 52% dari pasar global," jelas Jan Faris Majd.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading