Startup

Kisah Startup Kopi China yang Goyang Dominasi Starbucks

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
12 April 2019 11:26
Kisah Startup Kopi China yang Goyang Dominasi Starbucks
Jakarta, CNBC Indonesia - Dominasi Starbucks sebagai gerai kopi paling populer di China terancam. Penyebabnya, agresifnya startup Luckin Coffee menambah gerai demi menguasai pasar China.

Xinhua melaporkan, Luckin Coffee berencana untuk membuka gerai di 14 kota di China termasuk di Hefei, Foshan, Shenyang, dan Kunming. Luckin Coffee akan membawa outlet yang dikenal dengan nama "36" ke kota-kota tersebut. Ekspansi ini akan terealisasi paling lambat akhir bulan ini, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (12/4/2019).


Pada Januari lalu, Luckin Coffee menyatakan akan membuka 2.500 gerai di tahun ini. Dengan tambahan ini maka Luckin Coffee akan memiliki 4.500 gerai di akhir tahun 2019.


Adapun akhir 2020, Luckin Coffee menargetkan bisa punya 6.000 outlet. Starbucks mendominasi China setelah memiliki 3.600 gerai yang terbesar di seluruh China.

Kr-Asia melaporkan keberhasilan Luckin Coffee menggoyang dominasi Starbucks di China karena menawarkan konsep gerai dan pemesanan kopi secara online. Selain itu Luckin Coffee menerapkan strategi 'growth-first'. Caranya, dengan menebar diskon, marketing dan ekspansi gerai yang agresif.

Kisah Startup Kopi China yang Goyang Dominasi StarbucksFoto: REUTERS/Jason Lee

Strategi ini mengorbankan kinerja keuangan perusahaan. Dalam sembilan bulan pertama 2018, Luckin Coffee membayar dana 857 juta yuan atau setara US$124 juta (Rp 1,74 triliun). Padahal pendapatan perusahaan hanya 375 juta yuan atau setara US$54 juta.

Tahun lalu, Luckin Coffee melakukan dua kali putaran pengumpulan dana pada Juli dan Desember dengan nilai US$200 juta. Setelah putaran pengumpulan dana tersebut, valuasi Luckin Coffee menjadi US$2,2 miliar.

Rumor yang beredar di pasar Luckin Coffee sedang mempertimbangkan untuk melantai di bursa saham. Pada Februari lalu, Luckin Coffee dilaporkan telah menghubungi Credit Suisse, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley tentang IPO di AS.


(roy/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading