Mendulang Cuan dari Bisnis Kopi Berbasis Aplikasi

Fintech - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
16 March 2019 - 19:00
Mendulang Cuan dari Bisnis Kopi Berbasis Aplikasi
Jakarta, CNBC Indonesia - MinumĀ kopi kini menjadi tren gaya hidup pada masyarakat urban. Berbagai kedai kopi kekinian muncul menawarkan kopi-kopi unik yang menjadi ciri khas mereka.

Namun, menikmati kopi kini bukan hanya sekedar duduk di dalam coffee shop, tetapi juga harus menjawab tantangan kepraktisan, kecepatan, kemudahan, harga, dan kualitas rasa. Hal tersebut lah yang menjadikan dasar dari CEO Koppi Tony Arifin untuk membuat bisnis kopi yang berbasis aplikasi.

"Koppi, itu adalah bisnis dengan konsep kopi ritel yang memadukan antara toko online dengan offline (fisik), jadi pelanggan bisa tentukan di aplikasi kami apakah dia mau mengambil sendiri kopi pesanannya, atau misalkan diantar sesuai waktu yang diinginkan," ujar Tony dalam wawancara dengan CNBC Indonesia TV beberapa waktu lalu.
[Gambas:Video CNBC]


Lebih lanjut, ia menjelaskan, dengan konsep seperti itu, kopi semestinya bisa diantar dan sampai ke tangan pelanggan lebih cepat dibandingkan memesan menggunakan aplikasi ojek online. Ditambah lagi, uniknya, perusahaan juga telah bekerja sama dengan Westbike Messenger, kurir jasa logistik yang menggunakan sepeda dalam pengantaran kopi pesanan pelanggan.

"Kurir sepeda untuk radius pendek, pasti lebih cepat pengantarannya, karena kami mau memastikan kopi yang diantar sampai ke konsumen kurang dari 30 menit, untuk menjaga rasa kopinya," jelas Tony.

Sedangkan, untuk radius pengantaran lebih dari 2 km, ia menggunakan jasa pengiriman Grab Express.

Tidak hanya itu, Tonny menuturkan, keunikan lain dari bisnis Koppi yakni tidak hanya dari sisi bisnisnya saja, tetapi juga dari sisi etika bisnisnya. Ia mengatakan, pihaknya telah berkolaborasi dengan komunitas tunarungu Handai Tuli Indonesia.

Tony menjelaskan, Handai Tuli akan mencari dan menyediakan anggota komunitasnya yang memiliki ketertarikan pada kopi. Setelahnya, pihak Koppi akan membantu memberikan pelatihan untuk kemudian ditempatkan pada salah satu toko Koppi.

"Saya yakin terlepas dari kekurangan mereka, mereka sebenarnya bisa bekerja dengan normal, apalagi di aplikasi kami itu berbeda dengan coffee shop konvensional, di mana interaksi antara konsumen dengan barista itu penting, tapi di kasus kami itu tidak karena konsumen bisa pesan lewat aplikasi," terangnya.

"Jadi, sebenarnya, yang kami ubah itu prosedurnya, prosesnya, tapi dari sisi bisnis sama, kami tetap jual kopi," pungkas Tony.






(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading