Soal Tarif Ojol, Simak Penjelasan Lengkap Kemenhub!

Fintech - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
11 March 2019 - 18:12
Soal Tarif Ojol, Simak Penjelasan Lengkap Kemenhub!
Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam audiensi bersama Komisi V DPR RI, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan hanya akan menentukan tarif batas bawah ojek online. Sedangkan tarif batas atas akan ditentukan oleh aplikator.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi menjelaskan, paparan itu masih bisa berubah. "Sementara kemarin hasil kita diskusi dengan beberapa pihak kita hanya cukup batas bawah saja. Tapi tadi dari komisi V Pak Bambang Halim menyampaikan, harus melindungi juga kepentingan konsumen," ujarnya, Senin (11/3/2019).

Dengan begitu, Kemenhub mempertimbangkan penentuan tarif batas atas. Sebab, dia tidak ingin aturan ini mendapat penolakan setelah diterapkan, termasuk juga jangan sampai dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA).


"Bisa iya bisa tidak, tergantung nanti mungkin keputusan. Tadi kan tadi disampaikan, batas atas juga harus dimasukkan juga. Ya itu jadi masukan juga. Saya pasti akan diskusi kembali dengan dua aplikator dan KPPU, termasuk dari YLKI," bebernya.


Budi sendiri punya alasan tidak menentukan tarif batas atas. Selama ini, operator memiliki perhitungan di waktu-waktu tertentu untuk menaikkan tarifnya. Penjelasan aplikator menurut Budi juga cukup logis, sehingga Kemenhub sempat mengiyakan untuk menyerahkan batas atas kepada aplikator.

"Ini kan dari pihak aplikator banyak macem, pada saat hujan dia tinggi [ongkosnya]. Saat mungkin malam dia tinggi. Itu yang jadi memberi kebebasan kepada pihak aplikator untuk merumuskan itu, sehingga nanti pihak masyarakat atau mitra nanti meningkat pendapatannya," tandasnya.

Sementara itu, dia juga masih enggan menyebut besaran tarif batas bawah. 

Soal Tarif Ojol, Simak Penjelasan Lengkap Kemenhub!Foto: Demo Driver Ojek Online di depan Kantor Grab Indonesia

"Tarif itu sementara ini kita belum confirm betul tarif seperti apa. Kemudian berapa sih angkanya. Kita masih meminta masukan, makanya kita konsultasi kepada komisi V DPR, bagaimana nanti supaya tidak jadi resisten," paparnya.

Hanya saja, dia sempat membocorkan, dalam penentuan tarif, jarak 3 km hingga 5 km akan dikenakan tarif flat tetapi kebijakan ini belum final.

"Jadi kalau 1 km, tarifnya tetap 3-5 km. Sehingga nanti di bawah satu km kenanya tetap batas minimal pelayanan. Ini tapi belum diputuskan," urai Budi.

Mengenai masalah tarif ini juga akan ditentukan berdasarkan zonasi. Ada tiga zonasi yang di disiapkan kemenhub. Zonasi 1 untuk wilayah Sumatera, Jawa dan Bali. Zonasi 2 untuk Wilayah Kalimatan, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Zonasi 3 untuk wilayah kepulauan Maluku dan Papua.

"Dengan zonasi, kita ingin mengakomodir aspek ekonomis di berbagai daerah," ujarnya.

Saksikan video tuntutan driver ojek online soal tarif di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]



(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading