Tak Main-main, SoftBank Investasi US$ 100 M untuk AI

Fintech - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
09 March 2019 17:54
Tak Main-main, SoftBank Investasi US$ 100 M untuk AI
Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Softbank Masayoshi Son, menyatakan teknologi kecerdasan buatan akan mengubah hidup manusia dalam beberapa dekade ke depan. Perusahaan menggelontorkan investasi cukup besar, US$ 100 milliarĀ  untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

"Orang-orang harus mempersiapkan diri untuk penyebaran kecerdasan buatan karena itu akan mengubah cara kita hidup dalam tiga dekade, kata CEO SoftBank Masayoshi Son, melansir CNBC International, Sabtu (9/3/2019).

Dijelaskan Masayoshi, teknologi kecerdasan buatan akan membantu memudahkan pekerjaan manusia, bahkan kehadirannya diklaim bisa menyembuhkan penyakit yang sulit disembuhkan sekalipun.

"Segala sesuatunya akan berjalan lebih cepat tanpa kecelakaan. Kita akan hidup lebih lama, jauh lebih sehat. Penyakit yang tidak bisa kita sembuhkan di masa lalu akan disembuhkan," tuturnya.


Son juga telah lama memperjuangkan manfaat kecerdasan buatan, SoftBank telah menginvestasikan miliaran dolar di perusahaan yang ia yakini dapat memanfaatkannya. Dia mengatakan hampir 70 persen investasinya difokuskan pada kecerdasan buatan.

"Kami menginvestasikan $ 100 miliar hanya dalam satu hal, kecerdasan buatan," katanya.

Beberapa perusahaan tersebut di antaranya Uber Technologies dan WeWork. Uber adalah contoh perusahaan yang akan mengubah cara manusia bergerak dengan mengembangkan kendaraan otonom. "Hari ini kita menyetir sendiri itu tidak lagi menjadi masalah, kecerdasan buatan akan membuat transportasi nol kecelakaan," imbuhnya

Memang, tidak semua orang siap menyambut kecerdasan buatan. Tokoh-tokoh dalam teknologi dan ilmu pengetahuan telah mengingatkan bahaya kecerdasan bagi manusia.

Hal itu pernah disuarakan fisikawan Stephen Hawking, bahwa kemunculan kecerdasan buatan bisa menjadi peristiwa terburuk dalam sejarah peradaban manusia, sebab bukan tidak mungkin hal tersebut bisa mengarah pada penciptaan senjata otonom.

Pada 2017, CEO Tesla Elon Musk menyatakan kekhawatiran serupa, menurutnya kecerdasan buatan bisa menjadi ancaman perang dunia ketiga. Dalam kesempatan sebelumnya, Musk menyebut kecerdasan buatan adalah ancaman eksistensial terbesar umat manusia.

"Saya terus mengingatkan, tetapi sampai orang melihat robot berkeliaran di jalanan dan membunuh manusia, mereka tidak tahu bagaimana harus bereaksi, karena itu tak terasa nyata," melansir CNN Indonesia.

Meski ada yang berpendapat, hadirnya kecerdasan bisa mengeliminasi sejumlah pekerjaan, Son tetap optimistis manusia bisa beradaptasi. "Saya optimistis, oke akan selalu ada masalah, tapi umat manusia cukup pintar. Kami selalu berusaha beradaptasi dengan situasi baru," tandasnya. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading