Jangan Kaget! Di Beberapa Bisnis, Grab Sudah Cetak Laba

Fintech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
05 March 2019 18:05
Jangan Kaget! Di Beberapa Bisnis, Grab Sudah Cetak Laba
Jakarta, CNBC Indonesia - Meskipun gencar mengeluarkan dana untuk pengembangan usaha, akuisisi dan riset, Grab menyatakan sudah meraih laba pada beberapa bisnis di pasar yang telah matang.

CEO sekaligus pendiri Grab Anthony Tan menyatakan pihaknya mendapatkan pendapatan sebesar US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 14 triliun (kurs Rp 14.000). Pendapatan ini naik dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Dan beberapa bisnis di pasar matang sudah menguntungkan," ujar Anthony dalam wawancara dengan Nikkei belum lama ini. Namun, Anthony tidak merinci bisnis yang sudah menguntungkan dan di wilayah mana.


Saat disinggung apakah Grab bakal mencari pendanaan lain, dia hanya menjawab jika posisi Grab saat ini sudah sangat baik

Bagaimana dengan IPO? Tan memastikan jika pelepasan saham perdana guna memperoleh pendanaan tak akan terlaksana tahun ini. Namun, bukan berati hal itu akan dilupakan. "Itu harus menjadi fokus utama untuk 2019," katanya menegaskan.

Sampai saat ini, Grab masih akan fokus menjangkau pasar Asia Tenggara dan belum melirik lokasi lain. Ini dikarenakan masih banyaknya peluang di wilayah ini. Adapun untuk investor yang menjadi bagian dari Grab, Tan mengaku jika kerjasama dengan SoftBank dan Toyota asal Jepang merupakan tindakan yang tepat.

"Saya suka bekerja dengan mitra Jepang karena strategi mereka berlangsung puluhan tahun dan karena budaya kaizen mereka, budaya perbaikan terus-menerus. CEO SoftBank Masayoshi Son adalah salah satu dari mentor saya," ujarnya.

Didirikan di Malaysia pada 2012, awalnya Grab hanyalah sebuah aplikasi taksi. Selanjutnya, perusahaan pindah ke Singapura pada 2014 dan kini Grab telah beroperasi di 336 kota di delapan negara Asia Tenggara. Grab menyediakan layanan mulai dari transportasi, pengiriman, hingga pembayaran. Dari pertumbuhan yang signifikan itu, Grab menyebut setidaknya aplikasi Grab telah diunduh 138 juta kali.

Grab makin berjaya pasca akuisisi yang dilakukan oleh Uber Technologies AS tahun lalu. Dengan bergabungnya Uber menjadi bagian dari Grab, perusahaan berharap menjadi perusahaan super app yang akan menyediakan berbagai layanan kepada penggunanya hanya dengan satu "jendela" saja. "Ekspansi Grab akan memperkuat posisi kami sebagai aplikasi super regional Asia Tenggara," imbuhnya.

Setiap bisnis pasti ada persaingan. Di tengah suksesnya Grab, ada penantang terbesar yaitu Go-Jek yang berbasis di Indonesia. Perusahaan milik Nadiem makarim ini juga mengklaim dirinya menjadi perusahaan rintisan terbesar saat ini.

Tak mudah mempertahankan posisi. Apalagi ada kecenderungan orang-orang untuk menghapus aplikasi di ponsel karena dianggap sudah terlalu banyak aplikasi yang diunduh. "Untuk tetap berada di layar, terutama halaman pertama, sangat, sangat penting. Untuk melakukan itu, kamu harus sangat relevan dan kamu harus menawarkan layanan yang relevan untuk setiap kota," katanya lagi.

Saat ini Grab telah memiliki valuasi di atas US$ 10 miliar atau Rp 140 triliun. Dengan valuasi tersebut, Grab telah memiliki status sebagai decacorn.

Saksikan video Anthony Tan Berbicara Soal Harga

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading