Startup

Direksi BNI Buka-bukaan Soal LinkAja, Penantang OVO & GoPay

Fintech - Fikri Muhammad, CNBC Indonesia
25 February 2019 - 17:43
Direksi BNI Buka-bukaan Soal LinkAja, Penantang OVO & GoPay
Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) angkat suara soal pembentukan fintech pembayaran LinkAja dan persaingan dengan GoPay dan OVO yang rajin bakar duit dengan menawarkan diskon besar.

Tanggal 22 Februari lalu, T-Cash milik Telkomsel sudah berganti nama menjadi LinkAja. Selanjutnya alat pembayaran e-cash (Bank Mandiri), Unikqu (BNI), Tbank (BRI) dan Tmoney (Telkomsel) akan melebur ke dalam LinkAja. Sistem pembayaran BUMN akan diluncurkan pada awal Maret 2019.


Direktur Keuangan Bank BNI Anggoro Eko Cahyo mengatakan gabungan dari uang elektronik milik BUMN harusnya berdampak baik bagi BUMN. 


"Sekarang kita punya kekuatan masing-masing. BNI punya sekian ribu merchant dan bank sudah punya costumer dan mitra. [BUMN] juga punya segmen patner yang berbeda, itu bisa dikembangkan disitu," ujar Anggoro ketika berbincang dalam acara Closing Bells, Senin (25/2/2019).

Anggoro Eko Cahyo menambahkan penggabungan ini bukan cara baru tetapi jenisnya saja yang berbeda. Bula dulu pakai kartu sekarang mengguna sistem pembacaaan cepat atau quick response (QR) Code.

Asal tahu saja, LinkAja akan berada di bawah PT Fintek Karya Nusantara (Finarya). Finarya merupakan fintek bikinan PT Telekomunikasi Tbk (TLKM) yang selama ini mengelola produk dompet digital T-Cash, milik Telkomsel.

Saham terbesar akan dipegang oleh Telkomsel sebesar 25%. Sementara, tiga bank, yakni Bank Mandiri, BNI dan BRI, akan memegang saham masing-masing 20%. Sementara, BTN dan PT Pertamina (Persero) memegang masing-masing 7% dan Jiwasraya akan memegang 1% saham.

Saksikan video tentang persaingan dompet digital setelah kehadiran LinkAja penantang GoPay dan OVO:

[Gambas:Video CNBC]



(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading