Fintech

Pakai Strategi 'Bakar Duit', Fintech Kuasai Sistem Pembayaran

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
21 February 2019 10:49
Pakai Strategi 'Bakar Duit', Fintech Kuasai Sistem Pembayaran
Jakarta, CNBC Indonesia - Agresifnya perusahaan teknologi (fintech) telah menciptakan disrupsi digital dan membuat perusahaan fintech memimpin dalam sistem pembayaran. Hal ini merupakan laporan Morgan Stanley berdasarkan survey AlphaWise.

Dalam laporan tersebut disebutkan pasar pembayaran digital di Indonesia dipimpin oleh fintech mengalahkan perbankan dengan GoPay dan OVO sebagai produk yang paling banyak digunakan konsumen.

"Penggunaan dimotivasi oleh kemudahan berupa diskon atau promosi. Menurut Morgan Stanley, hal inilah yang membuat tekfin lebih diuntungkan dibanding bank," ujar Morgan Stanley seperti dikutip Kamis (21/2/2019).


Faktor lain yang membuat fintech unggul adalah upaya fintech untuk membangun jaringan top-up mereka sendiri melalui pengemudi terbukti efektif dan disukai oleh para pengguna. Hal ini juga menjadikan tekfin lebih mandiri daripada bank, yang menurut Morgan Stanley menjadi faktor risiko untuk bank.

"Keterbukaan merchant untuk mengadopsi tekfin juga menjadi tantangan utama bagi tekfin. Bank, sejauh ini unggul dibanding tekfin dalam hal adopsi merchant. Morgan Stanley melihat bahwa bank perlu melindungi keunggulan bank ini sebagai bagian dari kemudahan yang ditawarkan untuk melawan dominasi tekfin dalam pembayaran digital," jelas Morgan Stanley.

Morgan Stanley menambahkan pada 2027 pasar pembayaran digital Indonesia akan berkembang menjadi US$50 miliar atau setara Rp 700 triliun (asumsi US$1 = Rp 14.000). Angka ini lebih rendah dari proyeksi Morgan Stanley sebelumnya sebesar US$70 miliar.

Pada 2018, Morgan Stanley menghitung transaksi e-money sudah meningkat empat kali lipat menjadi Rp 47,2 triliun. Hal tersebut setara dengan Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (CAGR) lima tahun terakhir, yaitu sebesar 75% dan pangsa pasar e-money sebesar 7,3% dari transaksi nontunai, menempatkan Indonesia tertinggal empat tahun di belakang India.

Saksikan video soal sengitnya persaingan OVO dengan GoPay di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC]


(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading