Beli Saham Lewat Go-Jek Dkk? Kata BEI Bisa Kok

Fintech - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
18 February 2019 11:40
Beli Saham Lewat Go-Jek Dkk? Kata BEI Bisa Kok
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kemungkinan perusahaan sekuritas (broker) bekerja sama dengan perusahaan rintisan seperti Go-Jek dan Ovo, perusahaan fintech, dan marketplace e-commerce untuk membuka rekening saham di platform tersebut.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan secara regulasi kerja sama tersebut terbuka kemungkinan untuk direalisaikan.

"Ya rasanya itu sangat mungkin. Bahwasanya suatu perusahaan fintech [financial technology] bukan saingan. Tapi kolaborasi dengan mereka. Itu sih oke-oke saja," kata Inarno di Gedung BEI, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Saat ini, setidaknya ada dua pemain besar untuk pembayaran digital yakni Go-Jek lewat Go-pay dan Ovo yang bekerja sama dengan Grab Indonesia. Sejumlah perusahaan BUMN pun menyatukan kekuatan untuk menghadirkan alat pembayaran digital yakni LinkAja.


Sebelumnya, PT Mandiri Sekuritas membuka peluang kerja sama dengan Go-Jek untuk pembukaan rekening investor baru karena melihat jumlah pengguna layanan Go-Jek dan alat pembayaran Go-Pay yang mencapai 20 juta orang.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silvano Rumantir mengusulkan agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka ruang kerja sama pelaku pasar modal dengan perusahaan startup dan fintech seperti Go-Jek, Grab, Ovo, dan e-commerce demi pertumbuhan investor pasar modal.

"Tergantung dari pembuat kebijakan, tapi kalau bisa diterapkan, fintech tinggal pilih sekuritas, tidak harus Mandiri Sekuritas, tentu kalau digandeng separuhnya atau 10% saja maka jumlah nasabah pasar modal pasti dapat berlipat ganda," ujarnya dalam Mandiri Sekuritas Exclusive Chief Editors Dinner 2019, Rabu (13/2/19).

Tak hanya itu, akhir Januari lalu, salah satu perusahaan marketplace terbesar di Indonesia, PT Bukalapak.com juga menjajaki peluang menjual produk saham di BEI melalui situs marketplace tersebut.

Presiden Bukalapak M. Fajrin Rasyid mengatakan peluang penjualan produk efek atau saham tersebut bisa saja terbuka dilakukan, namun masih membutuhkan analisis lebih dalam. 
"Ini sesuatu yang akan kami analisis juga karena memang kalau kita ngomongin saham itu masih ada aturan-aturan yang perlu dikaji ulang. Tapi tidak menutup kemungkinan," ungkap Fajrin kepada wartawan, Senin (28/1/2019).

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menegaskan OJK dan BEI perlu menggunakan terobosan baru untuk lebih menjangkau lebih banyak investor dan meningkatkan nilai transaksi di pasar modal. Salah satunya dengan menggandeng platform e-commerce. Saat in Tokopedia dan Bukalapak telah merambah penjualan produk investasi lewat marketplace mereka tapi baru produk reksa dana.

"Reksa dana meledak setelah ada kerja sama dengan Tokopedia, Bukalapak, itu bukan seling agent, dia cuma penyedia layanan, pertumbuhan yang tinggi itu banyak ditopang e-commerce," kata Rudiyanto, kepada CNBC Indonesia.

Simak ulasan persaingan LinkAja, OVO, dan Gopay.
[Gambas:Video CNBC]

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading