LinkAja Tantang OVO & GoPay, Ini Penjelasan Resmi BUMN

Fintech - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
12 February 2019 17:21
LinkAja Tantang OVO & GoPay, Ini Penjelasan Resmi BUMN
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian BUMN mengaku menciptakan perusahaan financial technology (fintech), LinkAja, gabungan dari bank-bank BUMN plus Pertamina serta PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) bukan karena ingin menyaingi OVO dan Gopay.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo mengatakan kehadirannya ingin meramaikan industri fintech. "Kita meramaikan saja, bukan pesaing. Kustomer base mereka kan juga belum banyak," ujar Gatot di Kementerian BUMN, Selasa (12/2/2019).

Gatot menjelaskan, masing-masing bank BUMN saat ini sudah memiliki sistem pembayaran berbasis Quick Response (QR) Code. Bank BRI punya My QR dan Bank BNI punya Yap!. Dengan menyatukan pembayaran berbasis QR Code ini, lanjut Gatot, maka customer base-nya minimal berasal dari bank-bank BUMN tersebut.


Dengan demikian, pengelolaannya juga akan lebih efisien. Promosi produk fintech BUMN, LinkAja, juga akan dilakukan bersama-sama, tidak akan ada duplikasi. Secara infrastruktur akan lebih efisien, kata Gatot.

"Jadi promosi bareng-bareng, tidak duplikasi. Lebih efisien dari [sisi] infrastruktur," imbuhnya.

LinkAja nantinya, kata Gatot, akan berada di bawah PT Fintek Karya Nusantara (Finarya). Finarya merupakan anak usaha milik PT Telekomunikasi Tbk (TLKM) yang selama ini mengelola produk dompet digital T-Cash, milik Telkomsel. 

Per 21 Februari mendatang, produk T-Cash Telkomsel akan bertransformasi menjadi Linkaja milik pemerintah yang terdiri dari empat bank BUMN yaitu BNI, Mandiri, dan BTN, serta Pertamina dan Telkomsel. 

Saham terbesar akan dipegang oleh Telkomsel sebesar 25%. Sementara, tiga bank yakni Bank Mandiri, BNI dan BRI akan memegang saham masing-masing 20%. Sementara, BTN dan Pertamina memegang masing-masing 7% dan Jiwasraya akan memegang 1% saham.

Sebelumnya, Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI Dadang Setiabudi menyebut ada kemungkinan LinkAja bekerjasama dengan perusahaan fintech asing seperti Alipay atau Wechat. Namun, Gatot menyatakan semuanya dilakukan satu per satu, tidak sekaligus.

"Kita masih perkuat basis. Ini masih baby. Belum bisa lari sudah ngajak-ngajak [asing]." katanya.

Simak penjelasan bos Himbara soal pembentukan LinkAja penantang OVO dan GoPay di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC] (roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading