Internasional

Dalam Teknologi Internet 5G, Dapatkah Huawei Dipercayai?

Fintech - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
12 February 2019 16:19
Dalam Teknologi Internet 5G, Dapatkah Huawei Dipercayai?
Jakarta, CNBC Indonesia - Saat ini, negara-negara sedang berlomba untuk membangun, dan meluncurkan, internet nirkabel 5G, yang akan meningkatkan kecepatan perangkat berkomunikasi dan meningkatkan jumlah transmisi data.

Amerika Serikat (AS) mulai fokus pada keamanan ketika beberapa perusahaan telekomunikasi mulai gencar mengembangan internet berkecepatan sangat tinggi yang dikenal sebagai 5G, ujar sumber yang dekat dengan pemerintah kepada Politico.

Senator AS Maria Cantwell berpendapat jaringan 5G rentan terhadap campur tangan asing, terutama jika mereka mengandalkan perangkat keras buatan luar negeri yang rentan terhadap serangan rantai pasokan.


"Kita harus yakin bahwa ada rantai pasokan yang aman mendukung sistem 5G kita," kata Cantwell. "Kami tidak bisa mentolerir katup bocor atau pintu belakang ke jaringan ini."

Ia tidak menyebut Huawei secara langsung, tetapi perusahaan China telah berulang kali diserang anggota parlemen sebagai sebagai momok yang menakutkan. Mereka berpendapat bahwa pemerintah China dapat menggunakan raksasa telekomunikasinya untuk menyusup ke infrastruktur sensitif di AS.

China dan Huawei berulang kali menyangkal tuduhan spionase dan keamanan nasional dari pemerintah AS dan menuduh AS sebenarnya khawatir karena perusahaan China lebih maju dalam pengembangan jaringan 5G, The Verge melaporkan, seperti dikutip Selasa (12/2/2019).

Sebelumnya, AS memblokir perangkat China untuk jaringan pemerintah dengan alasan keamanan nasional dan menuduh hardware dari Huawei dan ZTE dapat menjadi pintu masuk bagi pemerintah China ke jaringan AS. Sejak 2012, produsen peralatan jaringan terbesar di dunia, Huawei, telah dilarang menjual perangkatnya di AS.

Dalam Teknologi Internet 5G, Dapatkah Huawei Dipercayai?Foto: Seorang pria yang berjalan melewati iklan smartphone Huawei P20 tercermin di pintu kaca di depan logo Huawei, di sebuah pusat perbelanjaan di Shanghai, China 6 Desember 2018. REUTERS / Aly Song

Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis, salah satu ketua perusahaan, Ken Hu, mengemukakan pendapat yang sama. Ditanya tentang langkah-langkah keamanan yang telah diambil perusahaan di negara-negara selain AS, Ia mengatakan "kami sangat bersedia untuk mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengatasi dan mengurangi kekhawatiran," dan telah "telah memiliki banyak kasus sukses" kerjasama dengan negara lain.

Huawei telah menunjuk sistem keamanan yang berlaku di negara-negara termasuk Kanada, di mana fasilitas pengujian untuk perangkat keras dan lunak Huawei tersedia untuk mencari kelemahan potensial.

"Kami memiliki hubungan yang sangat maju dengan penyedia telekomunikasi kami, sesuatu yang berbeda dari kebanyakan negara lain," kata Scott Jones, pejabat keamanan siber terkemuka di negara itu, pada September 2018.

Huawei sudah menggunakan laboratorium keamanan untuk menguji produk mereka di Jerman dan Inggris, juga telah membuat tawaran serupa ke Polandia. Sementara itu, perusahaan telah mendorong pengaturan serupa di AS.

Saksikan video buka-bukaan bos Telkomsel soal perang tarif dan teknologi 5G di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading