Internasional

Soal Pemblokiran, Trump Tentukan Nasib Huawei Pekan Depan

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
12 February 2019 13:10
Kasus T-Mobile berlanjut

Kasus T-Mobile berlanjut

Pengadilan Distrik Barat Seattle akan mengadakan sidang pada 28 Februari 2019 dengan agenda jawaban Huawei atas tuduhan pencurian teknologi T-Mobile, khususnya robot pengujian smartphone yang disebut "Tappy."

Huawei berargumen kasus ini sudah selesai pada 2017 ketika pengadilan memutuskan menghukum Huawei dengan membayar T-Mobile sebesar US$4,8 juta atas pencurian. Angka ini lebih rendah dari tuntutan T-Mobile yang mengatakan pencurian ini telah membuat perusahaan berpotensi rugi US$400 juta.

"Juri Seattle tidak menemukan kerusakan atau tindakan yang disengaja dan kejahatan atas klaim rahasia dagang," kata juru bicara Huawei dalam sebuah pernyataan.


Kasus ini penting karena pemerintah federal telah membuat klaim berani tentang adanya dugaan kegiatan spionase melalui Huawei selama lebih dari satu dekade. 

Masa depan 5G Huawei

Huawei dan ZTE Corp telah dibatasi penjualannya di AS selama bertahun-tahun. Kedua tidak boleh menjual produknya untuk aktivitas militer. Kini Presiden Donald Trump sedang merencanakan perintah eksekutif baru untuk melarang perusahaan telekomunikasi menggunakan perangkat kedua perusahaan China ini. 

Rencananya aturan ini akan diumumkan awal Maret 2019, ujar seorang pejabat pemerintah yang dikonfirmasi CNBC International.

AS sendiri sedang mempertimbangkan rekomendasi dari Dewan Keamanan Nasional untuk membangun 5G agar dapat bersaing dengan China. 

"Adalah penting dan perlu untuk membangun platform jaringan 5G yang aman, berkinerja tinggi, terdepan di dunia," menurut memo administrasi Trump yang bocor, yang awalnya dilaporkan oleh Axios.



(roy/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading