Perkembangan teknologi

Wow! Fintech Sudah Kuasai 5% Pasar, Bank Wajib Cemas?

Fintech - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
11 February 2019 16:49
Wow! Fintech Sudah Kuasai 5% Pasar, Bank Wajib Cemas?
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan konsultan manajemen bisnis McKinsey & Company, melalui laporan terbarunya berjudul Digital Banking in Indonesia : Building Loyalty and Generating Growth melaporkan penetrasi penggunaan layanan keuangan (financial services) melalui non perbankan atau melalui financial technology (fintech) di Indonesia masih sebesar 5%. Angka terbilang jauh lebih rendah dibanding negara lainnya.

"Indonesia masih tentang perbankan. Kita lihat penetrasinya di Tiongkok misalnya, penetrasi financial services melalui non-bank itu 67%. Indonesia masih 5%," kata Guillaume de Gantes, Partner, Indonesia, McKinsey & Company dalam acara media briefing, di Jakarta, Senin (11/2/2019).

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan bersama Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Malaysia tercatat sudah mencapai level penetrasi 15%, Filipina 23%, Vietnam 16%, Taiwan 41%, Thailand 10% dan Myanmar 6%. Penetrasi Indonesia bahkan sangat jauh dibanding Jepang yang sudah mencapai 39%, Korea Selatan 53%, Taiwan 41%, New Zealand 54% dan Singapura yang mencapai 48%.


McKinsey melihat Indonesia belum bisa menyamai Tiongkok karena Tiongkok memiliki model bisnis yang berbeda dengan negara Indonesia. Selain karena tingkat inklusi keuangan Indonesia masih rendah, Tiongkok dengan platform aplikasi chatting khusus akhirnya juga memiliki model solusi pembayarannya yang khusus juga.  

"Indonesia masih nyaman menggunakan uang tunai (cash) dibanding dengan India. Indonesia secara perlahan juga akan berpindah. Tapi butuh banyak waktu untuk melihat hal itu," imbuhnya.

The McKinsey Global Institute baru-baru ini merangkum indeks dengan mensurvey 17 negara menggunakan 31 metriks yang meliputi tiga kategori, yakni digital foundation, digital reach, dan digital value. Tahun 2017, skor Indonesia dalam indeks ini hanya 36 dari skala 0-100. 

Angka itu lebih rendah dibanding skor negara yang memiliki ekonomi digital yang lebih matang, semisal Singapura dan Korea Selatan. Namun, tahun ini pertumbuhan digitalisasi di Indonesia tiga tahun terakhir merupakan yang tercepat dari 17 negara di dalam indeks.

"Indonesia merupakan negara dengan digitalisasi tercepat, dibanding Brazil dan Tiongkok. Cara orang mengkonsumsi sudah berubah dan sudah lebih dalam. Sudah lebih banyak variasi produk yang digunakan." pungkasnya.

Saksikan video soal sikap tegas OJK pada fintech ilegal di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading