Selesai Konsesi, Prabowo-Sandi Gratiskan Seluruh Jalan Tol

Fintech - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
11 February 2019 14:06
Selesai Konsesi, Prabowo-Sandi Gratiskan Seluruh Jalan Tol
Jakarta, CNBC Indonesia - Polemik mengenai mahalnya tarif tol di Indonesia terus berlanjut, setelah pemerintah merespons kritikan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui sebagian tol yang baru selesai dibangun agak mahal tetapi sebagian termasuk murah bahkan termurah di dunia. "Kita itu tergantung berapa tahun. Termurah itu ke Jagorawi, termurah di dunia. Tergantung kapannya. Kalau investasi baru, agak mahal. Tapi tidak semua mahal," kata Kalla, Jumat (8/2/2019).

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, mengatakan solusi untuk mahalnya tol baru adalah harga khusus untuk angkutan truk. "Atau mungkin, ada harga khusus barangkali yang bisa diberikan kepada angkutan truk. Karena jalan tol itu dibikin sebenernya untuk memudahkan angkutan barang," kata Bambang.


Menanggapi pernyataan dari pemerintah, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara, mengatakan dari tarif tol dari berbagai negara menjadi bukti bahwa Indonesia menjadi tol termahal.

"Di antaranya Malaysia dan Brasil. Sebagai contoh tarif tol Johor Baru ke Kuala Lumpur dalam kisaran 50.5 Ringgit Malaysia, jarak Johor Baru - Kuala Lumpur berkisar 350 kilometer," kata Suhendra melalui keterangannya, Senin (11/2/2019).

Jika kita hitung dalam rupiah, kurs 1 RM adalah Rp3.400, dia menjelaskan. maka per kilometer tarif tol Kuala Lumpur - Johor Baru adalah Rp490. Bisa dikatakan, dengan performa, lanjut Suhendra, standar pelayanan, fasilitas yang terdapat pada jalan tol Johor-KL tersebut, tarif tol yang dikenakan sangat murah.

"Secara pribadi, kami sudah berkali-kali melewati jalan tol ini," terangnya.

Contoh berikutnya adalah tarif tol di negara Brasil, Amerika Selatan. Yang mana di negara ini, rata-rata tarif tolnya dalam kisaran Rp420 per kilometernya. Negara Brasil, Suhendra mengungkapkan, juga dapat dijadikan contoh bagaimana pelayanan dan performa jalan tolnya cukup baik.

"Jarang sekali terdapat kemacetan di jalan tol. Keselamatan pengguna jalan menjadi utama, ada juga keistimewaan bagi manula dan bumil (ibu hamil) yang tidak boleh antri (prioritas) saat akan melintas di pintu tol," ungkapnya.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan tarif tol ruas trans Jawa yang rata-rata Rp1.000 sampai Rp1.500 per kilometernya tentu tarif tol di Malaysia dan Brasil tersebut jauh lebih murah.

"Jika disebutkan pembandingnya tarif tol Jagorawi dan Cikampek lebih murah, kita harus melihatnya dari berbagai perspektif. Justru pada dua ruas tol tersebut sudah layak digratiskan. Kenapa justru masih diberlakukan tarif bagi pengguna jalan tol? Pertimbangannya adalah masa konsesi jalan tol Jagorawi sudah berakhir beberapa tahun lalu," papar Suhendra.

Suhendra menambahkan, begitu juga tol Cikampek, yang mana masa konsesinya sepertinya sudah berakhir pada tahun 2018 lalu, semestinya BUJT, pengelola jalan tol dan pemerintah menggratiskan ruas-ruas tol yang masa konsesinya sudah berakhir.

"Bukan malah justru tetap dikenakan tarif/biaya tol yang membebani masyarakat pengguna jalan," imbuhnya.

Suhendra mengatakan, penghapusan tarif tol pada ruas-ruas tol yang telah berakhir masa konsesinya, akan menjadi prioritas bagi pemerintahan Prabowo-Sandi, jika rakyat mengamanahkan mereka terpilih menjadi Presiden dan Wapres RI dalam pilpres mendatang.

"Pertimbangan atas penghapusan tarif jalan tol pada ruas yang telah berakhir masa konsesinya, tentu sudah mengembalikan biaya investasi dan memberikan keuntungan (profit) kepada pengelola (BUJT atau investor), tentu dengan mempertimbangkan peraturan perundangan yang berlaku," kata Suhendra.

Saksikan video Bye Bye Tol Gratis

[Gambas:Video CNBC] (dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading