Perkembangan teknologi

Tren Smartphone di Tahun Babi Tanah, Terang atau Redup?

Fintech - Linda Sari Hasibuan, CNBC Indonesia
03 February 2019 13:55
Tren Smartphone di Tahun Babi Tanah, Terang atau Redup?
Jakarta, CNBC Indonesia - International Data Corporation (IDC) sudah merilis data penjualan telepon seluler pintar (smartphone) pada 2018. Dilansir CNBC International, Ahad (3/2/2019), penjualan handset di seluruh dunia sepanjang 2018 turun menjadi 1,4 miliar unit yang dikirim di seluruh dunia.

Pada tahun ini, IDC menyinyalir akan ada potensi penurunan penjualan smartphone lebih lanjut. Faktor pemicunya antara lain harga yang tinggi disertai beberapa faktor lain seperti ketidakpastian ekonomi dan politik. 

Kendati demikian, para analis tidak melihat redupnya tren penjualan smartphone dalam waktu dekat. Apalagi di era seperti sekarang di mana smartphone merupakan perangkat yang harus dimiliki setiap orang. 


"Mereka belum memiliki pengganti yang layak. Selalu ada kemungkinan untuk beralih ke perangkat yang dapat dikenakan atau dipasang di kepala, tetapi tidak ada yang muncul sebagai ancaman nyata," kata analis independen Silicon Valley Rob Enderle.


Menurut dia, pasar akan selalu memiliki momen yang lambat ketika perusahaan harus mengeluarkan lebih banyak ongkos pemasaran untuk membuat orang membeli barang baru. Enderle menambahkan beberapa konsumen menunda mengganti perangkat mereka di tengah kenaikan harga perangkat premium seperti iPhone yang dirilis Apple.

"Orang tidak ingin menghabiskan seribu dolar lagi untuk mengganti sesuatu yang tidak rusak. Di pasar negara berkembang, Anda tidak bisa membuat orang membayar seperempat dari pendapatan bulanan mereka untuk smartphone," papar Enderle.

CEO Apple Tim Cook memiliki alasan lain di balik perlambatan penjualan smartphone. Salah satu faktor yang disebut adalah operator telekomunikasi memotong subsidi handset. Imbasnya, pelanggan harus membayar dengan harga penuh US$ 1.000 atau lebih untuk model-model kelas atas.

Dalam sebuah langkah yang tidak biasa, Apple menurunkan harga di beberapa pasar negara berkembang untuk mengimbangi dampak dolar AS yang kuat. Cook mengatakan pada Januari, di beberapa lokasi dan untuk beberapa produk, Apple merespons pergerakan mata uang.


"Jadi ya saya pikir harga adalah faktor," kata Cook.

Tren Smartphone di Tahun Babi Tanah, Terang atau Redup? Foto: Infografis/Gaji Bos Apple/Edward Ricardo

Kekacauan pasar

Kendati demikian, data terbaru DC menunjukkan penurunan penjualan smartphone berpotensi menciptakan kekacauan di pasar global. Demikian kata analis IDC Ryan Reith.

"Secara global pasar smartphone berantakan sekarang. Di luar beberapa pasar dengan pertumbuhan tinggi seperti India, Indonesia, Korea Selatan, dan Vietnam, kami tidak melihat banyak kegiatan positif pada 2018," katanya.

Ada beberapa faktor yang dicatat Reith. Mulai dari lama waktu konsumen menunggu untuk mengganti handset, harga yang mahal, hingga ketidakpastian politik dan ekonomi di masing-masing negara.

Apple baru-baru ini melaporkan penurunan dalam pendapatan pada kuartal keempat 2018. Samsung, pabrikan raksasa asal Korea Selatan, juga melaporkan penurunan laba bersih kuartal yang sama sembari menyebut ada penurunan permintaan untuk produk-produk utamanya.

Tren Smartphone di Tahun Babi Tanah, Terang atau Redup? Foto: Huawei (REUTERS/Aly Song)


Pasar Cina, yang menyumbang sekitar 30 persen dari penjualan smartphone, terpukul dengan penurunan 10 persen, menurut survei IDC. Namun, pembuat smartphone Cina seperti Huawei, Oppo, dan Xiaomi menentang tren dan mengakhiri tahun lalu dengan keuntungan, menurut Counterpoint Research.

Tahun ini, pembuat smartphone kemungkinan akan menarik pelanggan dengan inovasi seperti konektivitas jaringan 5G superfast dan layar yang dapat dilipat, menurut associate director Tarun Pathak. Samsung diperkirakan akan memamerkan smartphone dengan layar yang dapat dilipat dalam sebuah acara Februari ini.
Simak video paparan International Data Corporation (IDC) terkait brand smartphone terpopuler di Indonesia pada 2018 di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading