Perkembangan Teknologi

JK Bingung Ada Bisnis Startup Digital Rugi, Tapi Valuasi Naik

Fintech - Ratu Rina, CNBC Indonesia
31 January 2019 - 11:36
JK Bingung Ada Bisnis Startup Digital Rugi, Tapi Valuasi Naik
Jakarta, CNBC Indonesia - Punya pengalaman panjang membesarkan bisnis Kalla Group, tidak membuat Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) paham semua seluk beluk dunia bisnis. JK mengaku pusing dengan bisnis startup.

"Melihat dunia usaha [sekarang ini], saya yang senior sudah gak paham sama dunia [startup] unicorn yang rugi-rugi tetapi valuasinya naik. Saya angkat tangan. Saya serahkan ke yang muda-muda," ujar JK di acara Kadin Talks di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis (31/1/2019), yang disambut tawa oleh peserta diskusi.

Pada kesempatan tersebut, JK juga mendorong para pengusaha UKM untuk mengantisipasi revolusi industri 4.0 dengan meningkatkan kualitas barang dan merambah dunia daring (online) dengan masuk ke marketplace.


"Pengusaha besar dan kecil harus bekerja sama untuk perbaiki kualitas. Kualitas penting," terang JK.


Asal tahu saja, unicorn merupakan sebutan bagi startup yang memiliki valuasi di atas US$1 miliar tetapi masih menderita kerugian. Startup yang miliki valuasi besar dan sudah mencetak laba disebut eagle.

Indonesia menjadi negara penyumbang startup unicorn terbanyak di Asia Tenggara. Ada empat unicorn di Indonesia, yakni Gojek (ride-hailing), Traveloka (e-tiket) dan Bukalapak dan Tokopedia (e-commerce). Negara lain yang punya startup unicorn adalah Singapura miliki Grab (ride hailing) dan SEA (e-commerce dan gaming) dan Filipina dengan Revolution Precrafted ( arsitektur).

Simak video pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara tentang potensi startup Decacorn Indonesia di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC]



(roy/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading