Mengintip Penetrasi OVO dan Gopay, Dua Raksasa Fintech RI

Fintech - Fikri Muhammad, CNBC Indonesia
24 January 2019 15:16
Mengintip Penetrasi OVO dan Gopay, Dua Raksasa Fintech RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Inovasi teknologi dalam layananan keuangan telah berkembang dengan pesat dan memanfaatkan cara baru. Seperti kombinasi sejumlah teknologi seperti telepon pintar dan QR code yang sering digunakan untuk advertising, marketing, dan jejaring sosial.

OVO, sebagai perusahaan yang menyediakan pembayaran digital mempunyai rencana agar alat pembayaran digitalnya bisa digunakan di warung-warung. President Director OVO Adrian Suherman mengatakan rencana OVO menggunakan sistem QR code di warung.

"Pembayaran melalui QR code di warung ini akah hadir dalam beberapa bulan kedepan. Dengan QR Code ini maka akan memperluas tingkat penerimaan kami. Jadi, orang pakai OVO tak cuma di mall, tapi juga bisa di pinggir jalan," ucap Adrian beberapa waktu lalu.


Pesaing OVO yaitu Go-Pay juga memiliki fitur yang sama. Salah satunya pada warung Pempek Palembang Linggis 08 yang berada di pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Nasihun, selaku mengatakan, bahwa usahanya dijadikan mitra oleh GO-JEK dengan metode pembayaran melalui QR code.

Penyediaan pembayaran digital pada UMKM nampaknya menjadi hal yang mengembirakan. Sektor UMKM memang mampu menyerap tenaga kerja dan memegang peranan yang sangat penting dalam menggerakan sektor riil di Indonesia. Imron Rosyadi dalam karya jurnal yang dipublikasikan di BENEFIT menyebutkan bahwa pada tahun 2010 UMKM berhasil menyerap tenaga kerja sampai mencapai 71.187.000 orang.

Go-Pay, sudah mulai mengekspansi bisnisnya ke luar negeri. Dalam wawancaranya bersama Bloomberg dalam kanal YouTube Bloomberg Markets and Finance, Aldi Haryopratomo seorang CEO Go-Pay menyebutkan bahwa Go-Pay merupakan bagian dari Go-Jek. Kemanapun Go-Jek berada maka Go-Pay akan selalu menyertai dan menjadi suatu ekosistem yang sukses.

Kemudian Aldi juga menyebutkan ambisi Go-Pay di Vietnam. "Saya berpikir apa yang menjadi tujuan kami di Vietnam adalah menjadi pemain pembayaran elektronik terkemuka di Vietnam. Saya pikir penting bagi kami untuk hadir di setiap negara. Kami selalu bermitra dengan perusahaan lokal yang berbakat," ucap Aldi dalam tayangan Bloomberg Markets and Finance.

Sebagai salah satu anak perusahaan Lippo nampaknya OVO memang bergerak sekaligus. Atau dalam istilah peribahasa sekali dayung satu dua pulau ku lampaui. OVO melakukan cara-cara ekpansi bahkan promosi melalui perusahaan James Riyadi.

Sebut saja Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan yang mewajibkan bayar parkir menggunakan OVO. Pengumuman wajib parkir menggunakan OVO ini dimulai sejak 18 Januari 2018. Cara ekpsansi seperti ini sepertinya agak memaksa namun bisa menjadi bisnis yang bergerak secara sporadis.

Selain itu, OVO juga menawarkan promo-promo menarik dalam payung kongsi dagang James Riyadi lainya. Seperti Maxx Coffe, Waterboom Lippo Cikarang, Foodmart, Cinemaxx dan lainya.

Selain pada payung kuasa James, OVO pada tahun 2018 juga merambah ekpansi pada sektor hiburan dengan bermitra dengan HOOQ. Pada tayangan kanal YouTube CNBC Indonesia disebutkan bahwa pelanggan HOOQ dapat melakukan pembayaran dan dapat menikmati konten dari aplikasi ovo langsung.

Hal ini dilakukaan untuk memberi kemudahan bagi masyarakat Indonesia dalam mengakses hiburan sekaligus memperluas segmen pasar yang ada. Melalui kerjasama ini juga HOOQ akan lebih banyak menjangkau pelangganya melalui platform OVO.

Saat ini, OVO juga gempar dengan bermitra dengan berbagai macam e-commerce. Seperti Tokopedia yang resmi mengandeng OVO sebagai digital payment pengganti Toko Cash. Dalam tayangan CNBC Indonesia pada 5 November 2018 dijelaskan bahwa OVO mendapat tambahan lebih dari 4 juta mitra pedagang Tokopedia ke jaringan merchant meliputi mal, warung, serta mitra Grab Food dan agen Kudo.



(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading