Internasional

Pelik, Penutupan Pemerintah AS Terjadi di Bulan Ramai IPO

Fintech - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
14 January 2019 12:31
Pelik, Penutupan Pemerintah AS Terjadi di Bulan Ramai IPO
Jakarta, CNBC Indonesia - Penutupan pemerintah Amerika Serikat (AS) atau government shutdown terjadi di waktu yang paling tidak tepat bagi berbagai perusahaan yang berencana melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/ IPO) tahun ini.

Penutupan sebagian aktivitas pemerintahan telah memasuki hari ke-23 Minggu waktu setempat dan menjadi shutdown terpanjang dalam sejarah AS. Presiden Donald Trump dan pimpinan Partai Demokrat belum juga menemukan kata sepakat terkait pendanaan pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko.



Berbagai perusahaan rintisan atau startup yang ingin melakukan IPO pada kuartal pertama tahun ini terjebak dalam ketidakpastian dan tidak dapat memulai proses pendaftaran sampai pemerintah dibuka kembali sepenuhnya.


Perusahaan seperti Airbnb, Uber, Lyft, Pinterest, dan Slack telah memberi sinyal akan melepas sahamnya ke publik tahun ini.

Pengacara sekuritas juga berurusan dengan penundaan IPO ini.

Anna Pinedo, partner di grup pasar modal kantor Mayer Brown di New York, mengatakan penutupan pemerintahan di Januari adalah yang terburuk karena bulan ini biasanya menjadi salah satu periode tersibuk untuk IPO.

"Saat ini, kita berada dalam pola menunda," kata Pinedo, dilansir dari CNBC International. "Klien akan sangat menghargai kepastian. Mereka ingin tahu seperti apa jadwal mereka dalam sebuah kesepakatan, dan harus bisa merencanakannya."

Pelik, Penutupan Pemerintah AS Terjadi di Bulan Ramai IPOFoto: Taxi Uber Jepang (REUTERS/Yoshiyasu Shida)

Ketika pasar mulai goyah pada bulan Oktober, beberapa emiten yang berencana melepas sahamnya di awal Desember atau November menunda debut mereka ke awal 2019.

"Saya yakin mereka menyesali keputusan itu sekarang," kata Pinedo.

Proses IPO dapat berlangsung antara tiga hingga sembilan bulan, katanya, dan melibatkan persetujuan dari Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC). Hampir setiap langkah dari proses itu sekarang dibekukan.

SEC adalah lembaga yang bertugas menyetujui proses IPO. SEC dan departemen utama lainnya ditutup ketika penutupan pemerintahan memasuki hari ke-21 Jumat pekan lalu.


Pinedo mengatakan penundaan itu bisa berarti lebih banyak perusahaan yang go public pada akhir 2019, bukan di awal. Jika perusahaan tidak dapat memulai proses itu sampai pemerintah buka, opsi berikutnya yang layak adalah IPO di musim panas.

Rencana ini tidak ideal untuk para bankir dan investor, yang biasanya mengambil cuti untuk berlibur dan investor Eropa yang sering cuti di bulan Agustus.

"Tidak ada yang mau go public selama musim panas," kata Gilbert. "Kami kemungkinan besar akan melihat IPO terjadi di pertengahan kuartal ketiga hingga akhir tahun ini."

Bahkan jika perusahaan memiliki akses ke pendanaan swasta yang tak ada habisnya, peraturan tertentu mengharuskan mereka go public ketika mereka mencapai jumlah tertentu dari pemegang saham.

Pelik, Penutupan Pemerintah AS Terjadi di Bulan Ramai IPOFoto: Demo Karyawan Federal AS. (Reuters/Carlo Barria)

Undang-Undang JOBS, yang ditandatangani oleh Presiden Barrack Obama pada 2012, menaikkan jumlah pemegang saham yang bisa dimiliki oleh perusahaan swasta dari 500 menjadi 2.000 sebelum perusahaan harus mengajukan informasi yang sama sebagai perusahaan publik.

Dalam banyak kasus, perusahaan memutuskan go public pada saat itu. Tetapi beberapa perusahaan baru juga memiliki perjanjian dengan investor mereka bahwa mereka akan go public dengan tenggat waktu tertentu, Gilbert menjelaskan.

Ia menambahkan bahwa Uber memiliki perjanjian dengan investor akan go public pada tahun 2020.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading